PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengintensifkan pemantauan lahan dan hutan yang rawan terbakar. Hal itu untuk mengantisipasi dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang dan selama pelaksanaan Asian Games 2018.
“Kita ingin pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang berjalan sukses tanpa ada asap dan kabut karena kebakaran hutan serta lahan,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Rabu (1/8/2018).
Dengan kondisi itu, BPBD Babel membentuk posko-posko pemantau di titik-titik yang berpotensi kebakaran di kabupaten dan kota. Posko dibuka selama musim kemarau. Selain itu, dengan mengoptimalkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan. “Kita tidak ingin citra Indonesia di dunia tercoreng karena adanya asap, kabut yang akan mengganggu pelaksanaan ajang olah raga internasional ini,” tandasnya.
Titik-titik rawan Karhutla tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung karena titik panas terpantau di daerah tersebut. Selama Juli 2018, jumlah titik panas yang terdeteksi satelit NOAA ada 45 titik panas dan diperkirakan akan terus meningkat hingga Agustus tahun ini atau puncak musim kemarau di daerah itu.
Kawasan hutan dan lahan di kabupaten tersebut yang masih luas dan rata-rata masyarakatnya sebagai petani ladang. “Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota untuk ikut mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan ini. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan yang tidak terkendali yang menimbulkan asap, kabut yang merugikan masyarakat luas,” pungkasnya. (Ant)