Tertekan Penguatan Dolar AS, Harga Emas Turun Tajam

Perhiasan emas, ilustrasi -Dok: CDN

CHICHAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (2/7/2018) atau Selasa (3/7/2018) pagi Waktu Indonesia Barat. Kondisi tersebut diakibatkan tertekan penguatan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, jatuh 12,80 dolar AS atau 1,02 persen, ditutup pada 1.241,70 dolar AS per ounce. Nilai tersebut merupakan tingkat terendah sejak Desember lalu.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,5 persen menjadi 95,06 pada pukul 17.16 GMT. Para analis mengaitkan, kondisi tersebut sebagai akibat kenaikan dolar AS ke tingkat yang lebih tinggi, dan euro yang lebih lemah juga.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka emas akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 158,89 poin atau 0,65 persen menjadi 24.112,52 poin. Hal  itu terjadi, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan kekuatan ekonomi terkemuka lainnya. Namun demikian, jatuhnya pasar ekuitas AS gagal mengekang tren penurunan harga emas dan logam mulia lainnya.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 36,3 sen AS atau 2,24 persen, ditutup pada 15,835 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober, jatuh 44,3 dolar AS atau 5,16 persen, menjadi menetap di 813,40 dolar AS per ounce. (Ant)

Lihat juga...