Sembilan Anak Terkena Virus Rubella di Sikka Dinyatakan Sembuh

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH., -Foto: Ebed de Rosary
MAUMERE –  Sembilan anak yang sebelumnya terserang virus Rubella di kabupaten Sikka, dipastikan sembuh setelah menjalani perawatan intensif oleh petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan kabupaten setempat.
“Anak-anak  penderita Rubella sudah sembuh  dalam  beberapa  hari. Kesembilan anak yang positif terkena Rubella tersebut, empat orang berasal dari kecamatan Mego,  lima  orang dari kecamatan Doreng,” tutur dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH., Kepala Dinas Kesehtan  Kabupaten Sikka, Jumat (27/7/2018).
Sampai  akhir bulan Juni 2018,  kata Maria, baru ditemukan sembilan orang anak di Sikka   positif terkena virus Rubella, berdasarkan hasil pemeriksaan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.
Data dari  Dinas Kesehatan   Sikka menyatakan, sejumlah 90.853 anak   yang  harus menjadi  menjalani imunisasi campak Rubella.
“Data-data ini masih sementara dan finalnya   nanti  akhir bulan Juli ini,  ketika semua data dari  Puskesmas masuk. Kami sedang mempersiapkan untuk mulai melakukan imunisasi massal,” sebutnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Dedi Benyamin, menambahkan,
imunisasi massal akan dilaksanakan Agustus 2018 di sekolah-sekolah. Pada bulan September 2018, imunisasi akan dilakukan di Posyandu, Puskesmas, Pustu, Polindes dan Puskedes.
“Penyakit campak dan rubella tidak dapat diobati, tetapi  bisa dicegah
dengan  imunisasi. Pengobatan yang diberikan kepada penderita hanya
bersifat suportif saja,” ungkapnya.
RubelIa, tambah Dedi, disebabkan oleh virus dan cepat mati, terkena sinar ultraviolet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Rubela pada
anak sering hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala, sehingga sering tidak terlaporkan.
“Rubela  juga menyerang wanita dewasa dan sering menimbulkan sakit sendi (arthritis atau arthralgia). Rubela pada wanita hamil, terutama pada kehamilan trismester pertama, dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir dengan cacat bawaan yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS),” pungkasnya.
Lihat juga...