Sekjen PBB Desak Upaya Bantuan Kemanusiaan Afrika Barat

PBB -Dok: CDN
NEW YORK – Seorang pejabat PBB, mendesak negara anggota agar mendukung reaksi kemanusiaan dan revitalisasi Afrika Barat serta Sahel.
Mohamed Ibn Chambas, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afrika Barat dan Sahel, mengeluarkan pernyataan itu saat memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan, mengenai kegiatan baru-baru ini di Kantor PBB untuk Afrika Barat dan Sahel (UNOWAS), serta perkembangan di lapangan.
Ia mendesak, negara anggota PBB agar mendukung reaksi kemanusiaan dan revitalisasi wilayah tersebut, dan mengatakan kerusuhan antara petani dan peternak semakin menjadi ancaman keamanan besar, dan berisiko berubah menjadi serangan teror yang telah mengancam keamanan.
Ia juga menekankan setiap reaksi militer terhadap tantangan keamanan itu harus diimbangi oleh pelaksanaan strategi menyeluruh yang mengaitkan keamanan dan campur-tangan manusia dengan pembangunan dan gagasan hak asasi manusia.
Dalam perkembangan lain, katanya, perompakan di Teluk Guinea meningkat selama masa pelaporan, demikian laporan Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Rabu (18/7/2018). Penyelundupan narkotika dan penyelundupan senjata ringan serta senjata kecil, termasuk oleh kelompok teror, menimbulkan ancaman besar.
Sejak ia terakhir berbicara dengan Dewan Keamanan, katanya, perkembangan positif di bidang demokratisasi telah disaingi oleh kondisi keamanan yang rentan di wilayah tersebut.
Di Sahel dan Lembah Danau Chad, rembesan krisis Mali terus mempengaruhi Burkina Faso dan Niger, dan kelompok teror terus menimbulkan kerusakan di seluruh wilayah itu.
“Rumitnya serangan baru-baru ini adalah akibat yang mengkhawatirkan dari perhimpunan kekuatan kelompok milisi Sahel dan Afrika Barat,” katanya.
Ia menambahkan, gerakan perlawanan lokal juga menyebar, menambah parah konflik antar-masyarakat dan merusak pemerintah lokal.
Saat menyampaikan keprihatinan mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan di wilayah tersebut, ia menyeru pemerintah agar mencegah pelanggaran semacam itu dan menyeret pelaku pelanggaran ke pengadilan.
Di Lembah Danau Chad, meskipun Angkatan Bersenjata Nigeria membuat kemajuan dan Pasukan Tugas Gabungan Multinasional –yang diluncurkan oleh lima negara yang merupakan Kelompok Lima bagi Sahel (G-5 Sahel)–, membuat kemajuan, Boko Haram dan IS di Irak dan Levant di provinsi Afrika Barat tetap aktif.
Pada 1 Juli, satu serangan di Niger menewaskan 10 tentara negeri itu, dan kecenderungan Boko Haram untuk menggunakan anak-anal dan perempuan sebagai pembom bunuh diri berlanjut.
Ia menyerukan, ditingkatnya dukungan bagi reaksi diplomatik, keamanan dan kemanusiaan, dan mengatakan UNOWAS menyediakan dukungan teknis bagi pertempuan puncak bersama pada 30 Juli Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS) dan Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Tengah (ECCAS) mengenai masalah tersebut. (Ant)
Lihat juga...