Peternak Kelinci di Malang Beralih ke Pakan Pelet

Editor: Koko Triarko

MALANG – Semakin banyaknya lahan yang dimanfaatkan sebagai perumahan, membuat para peternak kesulitan menyediakan pakan hijauan (rumput) bagi hewan ternaknya. Sadar akan hal tersebut, para peternak Kelinci di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mulai berinovasi dengan memproduksi sendiri makanan Kelinci, yakni berupa Pelet.
Ketua Asosiasi Peternak Kelinci Kabupaten Malang, Winarto, menyebutkan, saat ini sebagian besar anggotanya sudah meninggalkan rumput sebagai pakan dan menggantinya dengan Pelet.
“Banyak anggota kami yang sudah ‘meninggalkan’ rumput sebagai pakan ternaknya, dan menggantinya dengan pakan ternak berbentuk pelet yang kita buat dan racik sendiri. Sehingga, kelinci kami sudah tidak mengkonsumsi rumput lagi,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan, karena para peternak kelinci harus bisa memahami kondisi alam, khususnya di daerah Karangploso, yang kini semakin hari semakin banyak lahan-lahan yang terserap untuk lahan perumahan. Sehingga, lahan untuk mencari rumput lama-kelamaan semakin terbatas.
“Belajar dari situ, kami kemudian berinisiatif untuk mengembangkan pakan ternak pelet, guna menghindari ketergantungan pakan hijauan yang semakin hari semakin sulit didapatkan,” ujarnya.
Meskipun latar belakang Winarto bukan peternak, melainkan seorang guru, namun ia selalu memiliki keinginan yang tinggi untuk belajar, sehingga pada akhirnya Winarto berhasil menghasilkan pakan kelinci berbentuk pelet dengan cara terus belajar secara otodidak.
“Kebetulan kami senang melakukan penelitian, karena tertarik dengan modal yang sedikit sehingga biaya untuk risikonya kecil. Kalau toh terjadi kematian, kerugiannya tidak terlalu besar dibandingkan jika kita membuat pakan untuk sapi atau kambing,” akunya.
Selain itu, kalau dulu saat kelinci masih sering diberikan pakan hijauan, banyak kelinci yang sakit kembung, gudikan. Tapi, dengan menggunakan pakan pelet risiko terserang penyakit tersebut bisa di perkecil.
Lebih lanjut disampaikan Winarto, untuk membuat pelet dibutuhkan bahan dasar dari bekatul, polar, bungkil kedelai, kulit kopi, tetes, garam dan beberapa vitamin yang banyak tersedia di toko-toko pakan.
“Pakan pelet kelinci yang kami produksi mengandung 18,5 persen protein dan 21 persen serat kasar. Dan, dalam membuat pakan ternak kelinci, kami asumsikan satu ekor kelinci hanya membutuhkan biaya 500 rupiah per hari untuk pakan, sehingga sangat murah sekali”, jelasnya.
Saat ini selain digunakan oleh anggota, pakan ini juga sudah kerap dijual di daerah Jombang dan Nganjuk. “Dalam satu minggu, kami bisa memproduksi sebanyak 10 ton. Harga untuk anggota hanya lim ribu, tapi di luar anggota enam ribu rupiah per kilogram,” pungkasnya.
Lihat juga...