Permintaan Bibit Capai 10ribu, Peternak KUB Kewalahan
Editor: Mahadeva WS
YOGYAKARTA – Minat masyarakat untuk membudidayakan ayam jenis Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) semakin meningkat. Hal itu terlihat dari semakin tingginya permintaan jumlah bibit ayam dari KUB beberapa waktu terakhir.
Tingginya minat tersebut, membuat sejumlah peternak Ayam KUB di Yogyakarta kewalahan memenuhi permintaan bibit. “Permintaan bibit sebenarnya sangat tinggi. Bisa mencapai 10 ribu ekor per hari. Namun saat ini kita belum mampu memenuhi, Karena keterbatasan modal,” ujar Ketua Kelompok Ternak Ayam KUB Sawung Maju, Jogotirto, Brebah, Sleman, Sumarjo kepada Cendananews, Senin (30/7/2018).
Sebagai salah satu kelompok binaan dan percontohan budidaya ayam KUB di Sleman Yogyakarta, Kelompok Ternak Sawung Maju, rutin memproduksi bibit ayam KUB. Bibit tersebut biasa disetorkan kepada kelompok ternak khusus pembesaran di sejumlah wilayah baik DIY, Jateng maupun Jabar. “Karena memang kelompok ternak ayam KUB saat ini masih sangat minim. Padahal permintaan sangat tinggi,” ujarnya.

Memiliki delapan anggota, Kelompok Ternak Sawung Maju, hanya mampu memproduksi 300-400 bibit ayam KUB setiap minggunya. Jumlah tersebut menurun, karena di awal pembentukan kelompok, mampu memproduksi hingga 1.000 bibit per minggu. “Awalnya dulu kita miliki 25 anggota dengan produksi mencapai 1.000 bibit per minggu. Namun karena banyak kendala salah satunya terserang penyakit, kini anggota yang aktif tinggal delapan orang saja,” jelasnya.
Memanfaatkan mesin penetas, kelompok ternak ayam KUB Sawung Maju, menjual bibit ayam KUB umur tiga hari dengan harga Rp6.500 per ekor. Dengan harga yang relatif stabil, mereka mampu mengantongi omset hingga Rp2,6 juta per minggunya.
Usaha budidaya ayam KUB semakin banyak diminati karena, selain memiliki harga jual stabil, mencapai Rp60 ribu per kilogram, ayam KUB juga dinilai lebih tahan penyakit. Pertumbuhan ayam KUB, juga tidak kalah dibanding ayam boiler, baik untuk pedaging atau pun petelur. Ayam KUB memiliki pertumbuhan sebesar sembilan ons hingga satu kilo dalam kurun waktu 70 hari. Sementara untuk jenis petelur mampu menghasilkan 180 telur per tahun.