Pencemaran Limbah Kimia Ganggu Pernafasan Warga Cianjur

Ilustrasi/Foto; Dokumentasi CDN.

CIANJUR — Ribuan warga di sejumlah kecamatan di Cianjur, Jawa Barat, mengeluh mengalami gangguan pernafasan yang diduga akibat menghirup udara yang tercemar limbah kimia yang dibuang sembarang.

Informasi yang dihimpun pada Minggu (29/7/2018), bahkan warga mengeluhkan pusing dan mual karena terlalu lama menghirup aroma limbah yang awalnya diduga akibat kebocoran gas elpiji di SPBE yang tidak jauh dari perkampungan warga.

Setelah diselidiki sumber bau menyengat tersebut berasal dari beberapa buah drum yang dibuang di galian pasir yang sudah tidak beroperasi di wilayah tersebut seperti yang terjadi di Kampung Pasirlembu, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah.

“Awalnya warga menduga ada kebocoran di SPBE yang tidak jauh dari perkampungan, namun setelah didatangi dan dicari penyebabnya ternyata dari drum yang ditinggalkan di bekas galian pasir,” kata Apud, anggota keamanan SPBE pada wartawan Minggu (29/7/2018).

Warga bersama pihak galian segera menimbun empat drum berisi cairan kimia tersebut, karena bau yang disebabkan dari drum tersebut sangat menganggu penciuman warga.

“Kami belum mendapatkan kabar apakah sudah ada yang dirawat atau belum, namun warga dalam radius beberapa kilometer mencium bau menyengat tersebut,” katanya.

Sementara Asep (65) seorang pedagang kopi yang tidak jauh dari lokasi galian mengaku sempat melihat ada mobil pickup berwarna hitam yang membawa drum Sabtu (28/7) siang.

Bahkan dia sempat menanyakan isi dalam drum tersebut pada supir yang diduga pelaku pembuang limbah. Supir menyebutkan drum yang dibawa berisi limbah kimia cair dari rumah sakit.

Saya tidak melihat nopolnya, namun supir mengaku membawa limbah cair dari rumah sakit. Saya tidak menanyakan nama rumah sakitnya,” kata Asep.

Beberapa jam setelah drum dibuang di bekas galian, tercium bau yang cukup menyengat, sehingga menyebakan warga yang menghirup mengalami pusing, mual, muntah-muntah dan sulit bernapas.

Tidak hanya di Sukajadi, warga di desa lain di Kecamatan Karangtengah bahkan sampai Sukaluyu, Mande dan daerah lainnya mengeluhkan hal yang sama sejak beberapa hari terakhir.

“Di sekitar Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah baunya tercium lebih kurang lima hari lalu. Baunya itu waktu malam hari, sekarang sudah mulai tidak menyengat,” kata Ikbal warga Desa Sukamanah.

Akbar (25) warga Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, mengatakan warga awalnya menduga bau menyengat tersebut berasal dari SPBE yang terletak dekat perkampungan.

Sebagian besar warga mengeluhkan hal yang sama. Setelah memastikan ke SPBE, tidak ada kebocoran, sehingga warga menduga ada yang membuang limbah kimia yang sama di wilayah kami,” katanya. [Ant]

Lihat juga...