Pastika Minta Pers Suguhkan Berita yang Objektif
Editor: Satmoko Budi Santoso
DENPASAR – Menyambut event IMF dan World Bank Forum Oktober mendatang, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengharapkan pers bisa menyajikan berita yang objektif tentang situasi Bali.
Menurutnya, pers berperan untuk membuat opini, dan opini tersebut bisa diinterpretasi bermacam-macam. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam forum diskusi bersama para wartawan di Gedung PWI, Denpasar, Rabu (25/7/2018).
Dalam acara yang bertajuk “Optimalisasi Peran Strategis Media dan Dukungan Masyarakat Guna Mensukseskan Pertemuan Annual Meeting International Monetary Group”, Gubernur Pastika menekankan tentang pentingnya kebebasan pers. Namun kebebasan ini, menurutnya harus masih dalam norma dan tidak kebablasan.
“Setiap kebebasan itu ada tanggung jawabnya. Contohnya seperti pemberitaan Gunung Agung. Memang benar gunung itu meletus tapi tidak usah dibesar-besarkan seolah-olah seluruh Bali bakal kena. Apalagi membandingkan dengan tahun 1963. Katakan saja, sebenarnya gunungnya meletus namun kondisi Bali masih aman. Jika IMF-World Bank nggak jadi dilaksanakan di sini, makin runyam urusannya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengatakan jika event internasional itu adalah ajang bergengsi yang akan menghadirkan sekitar 30 kepala negara atau VVIP serta sekitar 15 ribu tamu VIP yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral serta CEO Financial Institution dari seluruh dunia, hingga 4 ribu wartawan.
Bali akan menjadi sangat sibuk dan dari sekarang sudah menjadi sorotan. Maka dari itu, Pastika mengajak semua pihak terutama media baik cetak, elektronik maupun online untuk menjaga kondusivitas Bali.
“Kita pernah menjadi tuan rumah event besar yaitu APEC Summit di tahun 2013, namun jumlah pesertanya lebih sedikit yaitu sekitar 8 ribu orang serta beberapa kepala negara. Berkaca dari pengalaman lima tahun lalu, saya yakin kita akan berhasil menggelar perhelatan ini,” imbuhnya.
Pastika juga menambahkan, tentu saja ada benefit yang akan kita terima melalui perhelatan ini karena menurutnya perekonomian akan berputar. Mulai dari tingkat hunian akan naik signifikan karena diperkirakan sekitar 50 ribu orang akan berpartisipasi dalam event tersebut.
Di samping itu, ia juga menyatakan jika Pemerintah Pusat maupun Daerah sudah melakukan berbagai macam persiapan, baik dari segi infrastruktur, penataan TPA hingga yang lainnya.
Perwakilan PHDI dan PHRI mengimbau semua pihak agar jangan menjadikan event akbar ini sebagai kesempatan untuk mencari panggung untuk kepentingan pihak tertentu. Pihaknya hanya mengajak para komite untuk ikut menjaga tempat suci di Bali terutama pura-pura yang dijadikan venue.
Dari segi pariwisata, acara ini tentu bisa menjadi ajang promosi bagi pariwisata Bali. Semoga pariwisata yang dibangun dari dulu bisa menjadi lebih baik melalui ajang ini.
Sementara, Menot Sukarda, perwakilan media menyatakan kesanggupannya untuk menyajikan pemberitaan yang objektif dan siap menjaga kondusivitas Bali. Acara tersebut diakhiri dengan penandatangan kesepakatan untuk ikut menyukseskan ajang IMF dan World Bank Forum.