Media Jerman Promosikan Jawa, Bali dan Banda

Ilustrasi Media - Foto: Istimewa

LONDON – Tiga media Jerman mempromosikan keindahan pulau Jawa dengan Borobudur, Jogja, Solo, Ijen, serta Bali dan Banda. Promosi tersebut disajikan dalam liputan khusus liburan musim panas.

Tiga media Jerman tersebut adalah majalah khusus wisata Abenteuer und Reisen, majalah khusus selam Silent World, dan harian Die Welt yang merupakan salah satu dari lima koran terbesar Jerman. Total pembaca mereka mencapai 500 ribu orang.

Pensosbud KBRI Berlin Hannan Hadi menyebut, liputan ke-tiga media Jerman itu adalah hasil dari kunjungan wartawan Jerman ke Indonesia. Kunjungan dilakukan dari hasil kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Liputan tentang Borobudur, Solo, Jogja, dan Ijen diturunkan dalam foto-foto candi dan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, terdapat catatan khusus tentang tempat-tempat yang menarik seperti Pasar Kota Gede, Es Buah Bunuh Diri di Pasar Kliwon dan Cafe Tiga Tjeret di Solo, serta restoran Watu Dodol di Situbondo.

Dubes RI di Berlin Arif Havas Oegroseno menyatakan, wisatawan Jerman tertarik dengan hal-hal unik dan khas seperti yang diberitakan tersebut. Mereka tidak datang berbondong-bondong dari satu tempat ke tempat lain, tanpa menyempatkan waktu untuk bepergian ke tempat-tempat khas seperti pasar dan restoran kecil yang unik.

Wistawan asal Jerman memiliki kekuatan pengeluaran yang tinggi, yaitu USD2500 dengan rata-rata tinggal 3 minggu. Jerman adalah negara dengan angka pengeluaran wisata tertinggi di Eropa. Di 2016 nilainya mencapai USD79 miliar.

Sementara itu, Silent World secara khusus meliput wisata selam di Bali, terutama di kawasan selam Tulamben. Lokasi tersebut merupakan letak kapal perang Amerika Seriiat bernama Liberty yang tenggelam karena torpedo Jepang di 1942. Keberadaanya termasuk menjadi titik wisata selam terkenal di dunia.

Tulamben terkenal dengan ikan Mola-Mola dan Hiu Paus. Diving adalah salah satu kegemaran masyarakat Jerman. Mereka memiliki sejumlah majalah khusus, tempat latihan dan bahkan lokasi diving sendiri. “Namun keindahan diving di Bali tentunya sangat berbeda dengan di Jerman. Liputan khusus untuk diharapkan menarik wisatawan special interest ke Indonesia,” jelas Arif.

Sementara itu, Koran Die Welt secara khusus meliput keindahan Pulau Banda dan juga alam bawah lautnya. Meskipun lokasinya jauh tetapi kondisi lingkungan lautnya, terutama koral dan ikan-ikan nya dinilai sebagai salah satu yang terindah di Asia Tenggara. Liputan Die Welt ini juga ditampilkan secara online.

Liputan tersebut adalah salah satu bentuk kampanye wisata KBRI Berlin yang dilakukan dengan berbagai pihak. Harapannya informasi yang disajikan bisa menarik masyarakat Jerman berwisata dan berkunjung ke Indonesia. “KBRI Berlin akan terus meningkatkan kampanye pariwisata di Jerman bekerjasama dengan Kemenpar dan perusahaan penerbangan airlines yang langsung terbang ke Indonesia dari Jerman,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...