Kopi Manglayang dari Jabar Tembus Pasar Internasional

Kopi, ilustrasi - Dok: CDN
BANDUNG – Kopi Manglayang dari Jawa Barat, yang ditanam dari ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut, berhasil menembus pasar internasional mulai Maroko, Jepang, hingga Australia.
Kopi Manglayang ini dikenalkan oleh kelompok tani (poktan) setempat dan termasuk dalam jenis kopi arabika, yang berasa asam manis dan kental vanila, yang tumbuh di dataran Gunung Manglayang, Jawa Barat.
Ketua Kelompok Tani Kopi Manglayang, Dadan R Wijaya, mengatakan, Kopi Manglayang mulai dikenalkan kepada publik sejak 2014 dan saat ini ada 120 orang yang bergabung dalam kelompok tani kopi ini.
“Kopi Manglayang ini bertujuan menjadi perkebunan kopi yang berbasis kesejahteraan bagi kelompok tani di wilayah Palintang Cilarareun, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung,” kata Dadan, Senin (2/7/2018).
Ia menuturkan, dengan proses yang baik, Kopi Manglayang ini telah memiliki nilai ekonomis yang baik serta turut menjaga kelestarian alam.
Selain itu, kopi ini juga bisa menghasilkan sekitar 50 sampai 60 ton tiap panen, yang bertahap setiap lima bulan sekali.
“Untuk cita rasa, Kopi Manglayang ini tidak kalah dengan kopi lainya seperti Kopi Malabar, Kopi Palintang. Alhamdulillah, selain dipasarkan di Bandung, Jakarta, Surabaya, Bali, kopi ini juga sudah sudah dipasarkan ke Korea, Maroko, Australia, Jepang, dan Kuwait,” kata dia.
Untuk harga, Kopi Manglayang jenis honey dijual Rp120 ribu/kg, sedangkan ketika dijual ke luar negeri harganya lima dolar AS per kilogramnya. (Ant)
Lihat juga...