Juventus Serius Dekati Ronaldo

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

TURIN — Klub raksasa Italia, Juventus, dilaporkan kian percaya diri bisa memikat bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Bianconeri cukup serius memboyong setelah sang bintang menolak berkomitmen melanjutkan karir di Santiago Bernabeu.

Hal itu disampaikan Ronaldo usai membantu Los Blancos mempertahankan trofi Liga Champions tiga musim beruntun, Mei lalu. Saat itu, Ronaldo mengklaim telah memainkan laga terakhir untuk tim ibu kota Spanyol.

Sejak itu, beragam rumor terus berkembang berkaitan dengan masa depan Ronaldo di Santiago Bernabeu. Terlebih setelah muncul laporan bahwa CR7 telah menolak kesempatan menandatangani kontrak baru dan bertahan lebih lama di Madrid.

Agen sang bintang, Jorge Mendes, kemudian menyatakan bahwa kliennya bersiap hengkang dan mencari klub baru musim panas ini. Klub lama Ronaldo, Manchester United, sempat disebut serius untuk membawa kembali ke Old Trafford. Laporan lain menyebut sang manajer, Jose Mourinho, siap memberikan nomor 7 kepada Ronaldo jika ia benar-benar kembali.

Saat ini, nomor 7 yang digunakan Ronaldo saat bermain untuk United, digunakan Alexis Sanchez yang diboyong The Red Devils dari Arsenal pada bursa transfer Januari lalu. Namun performanya masih jauh dari harapan. Sebuah laporan menyebut, Sanchez bakal dipaksa melepas nomor 7 jika Ronaldo kembali.

Tapi kini Juventus muncul sebagai klub yang serius memboyong sang bintang. Juara Serie A tujuh musim beruntun itu siap memproses kesepakatan yang disebut akan menjadi transfer spektakuler. Menurut Marca, Juventus tengah bersiap mengajukan penawaran sebesar 106 juta poundsterling.

Tak hanya itu, di dalam penawaran itu La Vecchia Signora juga telah memasukkan paket gaji sebesar 500 ribu poundsterling per pekan.

Selama berkostum Real Madrid, Ronaldo telah mencetak 450 gol dari 438 penampilan bersama Los Blancos. Namun hubungannya dengan presiden klub, Florentino Perez, memburuk dalam 12 bulan terakhir.

Ronaldo sendiri membela Portugal di Piala Dunia Rusia. Ronaldo sempat membuka harapan Portugal untuk terus melaju di turnamen paling prestisius di dunia tersebut. Tapi sayang kiprah Portugal terhenti di babak 16 besar setelah takluk 1-2 dari Uruguay.

Lihat juga...