Hindari Doping, Atlet Indonesia Diminta Hati-hati Konsumsi Obat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Doping masih menjadi persoalan serius di dunia olahraga. Tak sedikit atlet yang menyandang nama besar, harus merelakan sinarnya meredup akibat tersandung kasus doping. Di gelaran multinasional, doping tidak saja mencoreng nama atlet tapi juga nama negara.

Tak ingin hal itu terjadi pada Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengingatkan para atlet dan pelatih tentang larangan doping. Ia secara spesifik meminta atlet lebih berhati-hati mengonsumsi obat yang dimiliki.

“Konsumsi obat yang dimiliki, betul-betul steril dari doping, itu paling penting. Dan ini peringatan buat semua pelatih maupun atlet agar tidak menjadi temuan saat Asian Games nanti,” ucap Imam seperti dilansir laman resmi Asian Games.

Menurut Imam, demi memastikan kontingen Indonesia bebas, ia telah meminta atlet dan lembaga anti doping untuk memantau langsung ke lapangan, memastikan langsung obat-obatan yang dikonsumsi oleh atlet.

Ia menilai, suplemen dan obat obatan yang dikonsumsi oleh atlet harus diperiksa kandungannya, apakah memiliki unsur-unsur doping di dalamnya atau tidak.

Ia bahkan menyebut pengetahuan tentang doping ini harus diketahui oleh semua cabang olahraga.

Imam beralasan, bisa jadi obat-obatan yang biasa dikonsumsi oleh atlet seperti obat Pereda sakit kepala atau jenis lainnya adalah jenis obat biasa dikonsumsi masyarakat. Akan tetapi jika tidak dikonsultasikan dengan ahli bisa menjadi temuan indikasi adanya doping.

“Saya instruksi kepada lembaga anti dopping, untuk mendampingi dan mengawal seluruh atlet, apa yang mereka makan dan minum. Obat apa saja konsultasikan dengan ahli, jangan ada temuan yang tidak kita harapkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Imam juga meminta para pelatih dan manajemen Pelatnas untuk betul-betul memperhatikan kondisi kesehatan atlet. Ia ingin apabila ada kendala langsung diselesaikan secara cepat, tidak boleh ada penundaan terutama berkaitan dengan cedera.

“Terutama cedera tidak bisa kita biarkan, harus ada penanganan cepat. Kalau lambat nanti akan berpengaruh pada yang lain dan mempengaruhi kesiapan di Asian Games,” terangnya.

Pada 18th Asian Games di Jakarta dan Palembang, Indonesia membidik posisi 10 besar dengan target medali sebanyak 22 medali emas.

Lihat juga...