MUARA TEWEH – Distribusi pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, selama Januari-Juni 2018, mencapai 2.279,30 ton atau 99,51 persen dari kuota 2018 sebanyak 2.290 ton.
“Serapan distribusi pupuk bersubsidi di daerah ini sudah hampir mencapai kouta,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Setia Budi, di Muara Teweh, Jumat (20/7/2018).
Ia menjelaskan, puluhan ton pupuk bersubsidi yang disalurkan selama enam bulan itu adalah jenis Urea sebanyak 453,70 ton, NPK mencapai 927,60, ZA 169 ton, SP-36 sebanyak 326 ton, dan organik 200 ton.
Dia memperkirakan, permintaan pupuk bersubsidi kembali meningkat pada Oktober 2018-Maret 2019, karena akan dibuka lahan padi sawah dan padi ladang seiring mulainya musim hujan.
“Kami sudah mengusulkan untuk revisi atau penambahan kuota pupuk subsidi bagi daerah ini, karena serapannya sudah tinggi,” kata Budi, didampingi Kasi Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin, Katiman.
Kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Barito Utara tersebar di sembilan kecamatan tahun 2018, yakni untuk urea sebanyak 450 ton, SP-36 mencapai 430 ton, ZA 60 ton, NPK 1.150 ton dan organik 200 ton.
“Memang kuota tahun ini berkurang dari tahun 2017 yang dialokasikan sebanyak 2.800 ton,” kata dia.
Penyaluran pupuk bersubsidi oleh pihak distributor tergantung pada permintaan kelompok petani.
Tiga distributor pupuk untuk Barito Utara, yaitu dua berkantor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan satu di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dengan produsen pupuk PT Petrokimia dan PT Pupuk Kalimantan Timur. (Ant)