BMKG: Nelayan Harus Memahami Kondisi Cuaca Sebelum Melaut
KENDARI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh nelayan termasuk pengguna jasa transportasi laut untuk bisa memahami informasi kondisi cuaca maupun iklim setiap saat sebelum melakukan aktivitas melaut.
Deputi Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo, dalam rangkaian sosialisasi Sekolah Lapang Nelayan (SLN) mengungkapkan, banyaknya musibah kecelakaan yang terjadi di laut, akibat kurangnya pemahaman para nelayan tentang informasi kondisi cuaca dan iklim sebelum melaut.
“Padahal jika nelayan memahami informasi cuaca dan iklim yang direkomendasikan BMKG, sangat membantu nelayan untuk keselamatan di laut, sekaligus meningkatkan produksi tangkapan ikan,” ujarnya di Kendari, Sabtu (28/7/2018).
Karena itu menurut Mulyono, Sekolah Lapang Nelayan yang digelar BMKG, diharapkan memberi manfaat, agar informasi cuaca maupun iklim yang diikuti para penyuluh perikanan, dapat diteruskan kepada nelayan.
“Kita tidak bisa memungkiri, sejauh ini masih banyak nelayan yang masih mengandalkan arah awan untuk melaut, Padahal informasi cuaca dan iklim dari BMKG sangat membantu nelayan sehingga dapat diperhitungkan baik buruknya kondisi cuaca sebelum turun melaut,” imbuhnya.
Sekolah Lapang Nelayan yang digelar BMKG, diperuntukkan bagi penyuluh perikanan, untuk selanjutnya diteruskan kepada nelayan sesuai informasi yang dipahami.
“Tanpa memahami informasi cuaca dari BMKG, kegiatan nelayan dalam mencari ikan akan sangat berisiko, khususnya saat terjadi cuaca buruk yang berpotensi memicu gelombang tinggi,” tuturnya.
Dalam Sekolah Lapang Nelayan, sejumlah materi disajikan, di antaranya mengenai simulasi gelombang, pengenalan cuaca, hingga pengenalan alat-alat pengukur cuaca yang digunakan BMKG. [Ant]