Berkarya Optimis Lampaui Target Parliamentary Threshold
Jurnalis: Koko Triarko
JAKARTA — Sebagai pendatang baru, Partai Barkarya mengakui, jika Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, merupakan ujian awal bagi seluruh kader. Parliamentary Threshold di angka 4 persen menjadi ambang batas, dan merupakan target minimal yang wajib dipenuhi.
“Tapi saya yakin, jika kita memiliki cita-cita besar yang sama dalam Partai Berkarya, kita harus menyatakan, bahwa tidak pantas bagi kita hanya berjuang untuk mendapatkan hasil minimal. Kita optimis, kemenangan akan dapat kita raih, dan angka ambang batas 4 persen, insyaallah dapat kita lampaui,” demikian Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra, dalam sambutan diklat calon legislatif 2019 Partai Berkarya, di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018).
Ia yakin, seluruh calon legislatif dari Partai Berkarya memiliki komitmen besar untuk dapat memenangkan pertarungan di seluruh wilayah di 34 provinsi dan 80 daerah pemilihan.
Untuk itu, katanya, tugas tersebut harus didukung sepenuhnya oleh para kader sebagai bukti loyalitas dan totalitas para kader terhadap paltform Partai Berkarya.
“Artinya, kita tidak dapat sendirian dalam mencapai kemenangan. Ada kerja sama, loyalitas dan totalitas yang harus kita bangun bersama. Maka, kita semua harus melakukan analisa terpadu dan komprehensif. Secara jeli, kita harus menyusun peta kekuatan. Ingat metode SWOT, yaitu Strenght, Weakness, Oppurtunity, Threat,” tandas putra bungsu Presiden Soeharto, ini.
Berkait strategi pemenangan, Tommy Soeharto, mengatakan, perlu adanya analisa dasar yang dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan partai sebagai potensi, kelemahan sebagai sesuatu yang harus dievaluasi, peluang yang harus dimanfaatkan, serta pendekatan yang digunakan dalam memenangkan setiap pertarungan di Pileg 2019.
“Termasuk jika memungkinkan, instrumen lainnya seperti survei elektabilitas, pemetaan serta pemahaman komprehensif terhadap wilayahnya, merupakan modal yang cukup baik untuk merumuskan strategi pemenangan pemilu legislatif 2019,” jelas Tommy.
Dalam sambutannya pula, Tommy Soeharto mengatakan, kuota 30 persen keterwakilan perempuan juga menjadi satu tantangan tersendiri, yang telah mampu diatasi. Bahwa, keterwakilan perempuan sebesar 30 persen tersebut telah terpenuhi.