Asian Games, FOKUS Beri Pelayanan Terbaik Pengunjung TMII

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Forum Komunikasi Unit Usaha (FOKUS) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar pelatihan hospitality and excellence service, untuk meningkatkan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

Sebagaimana diketahui, TMII terpilih sebagai area torch relay atau kirab obor Asian Games 2018, juga venue wisata para atlet dan ofisial dari 45 negara peserta.

Ketua FOKUS, Bambang Riyanto, menyebut pelatihan ini untuk persiapan Asian Games. “Pelatihan ini merupakan cara kita untuk menyadarkan bagaimana berbuat lebih baik dalam memberikan pelayanan,” kata Bambang kepada Cendana News ditemui di sela-sela pelatihan di Caping Gunung TMII, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Pelatihan tersebut, lanjut Bambang, bertujuan untuk meningkatkan komitmen karyawan-karyawan mitra usaha untuk menguasai informasi tentang area TMII. Misalnya, kata Bambang, petugas Caping Gunung itu harus menguasai informasi dan memiliki jiwa pemasaran.

Contohnya, saat pengunjung Caping Gunung bertanya Anjungan Papua, apakah ada di TMII. Maka si petugas itu harus bisa menjelaskan dengan informasi mumpuni tentang keberadaan anjungan daerah di TMII.

Bambang berharap pelatihan ini dapat membentuk karakter diri unit-unit usaha untuk lebih saling menghargai sehingga tidak saling menonjolkan keegoisan. “Forum ini dibentuk agar kita lebih mengenal antarunit usaha, bisa saling koordinasi dan bekerjasama dalam meningkatkan pengunjung TMII,” imbuhnya.

Dia menambahkan, unit-unit usaha yang ada merupakan bagian dari TMII. Seperti Sky World, Taman Legenda Wisata, Rumah Kopi Nusantara, kereta gantung, dan unit usaha lainnya.

“Unit usaha ini menyadari kalau usaha sendiri-sendiri tidak akan maju. Karena kita ini berusaha di TMII, harus mengembangkan bersama-sama saling bersinergi. Kalau promosi sendiri-sendiri tidak akan tercapai,” ujarnya.

Bambang mengatakan, FOKUS memiliki filosofi membuat usaha di TMII, tujuannya hanya satu yaitu memajukan atau memanjakan pengunjung. Kalau pengunjung sudah sampai TMII, otomatis tinggal bagaimana menerima dan memberikan yang terbaik.

Artinya, pengunjung TMII harus tercover dengan pelayanan terbaik yang memberi kesan mendalam. Sehingga mereka diharapkan akan kembali lagi berkunjung ke TMII bersama keluarganya.

“Bagaimana supaya pengunjung TMII terkesan. Sekarang ini banyak kendala, salah satu yang dikeluhkan TMII macet,” tandasnya.

Bambang mengaku pihaknya sudah berembuk dengan manajemen TMII dan juga anjungan daerah, secara internal berdiskusi bagaimana mengatasi kemacetan agar bisa diminimalisir. Manajemen TMII juga telah berupaya berbenah diri melakukan pelebaran jalan dan penambahan jalur pintu masuk, bahkan membangun gerbang pintu 5, meskipun belum difungsingkan.

Lihat juga...