2018, Distanketapang Langkat Targetkan Kelahiran Sapi 33.000 Ekor
LANGKAT – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menargetkan kelahiran sapi di daerah itu untuk tahun 2018 sebanyak 33.000 ekor, guna mendukung swasembada daging nasional.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Langkat Supriadi, di Stabat, Sabtu.
Supriadi menjelaskan, instansinya mendorong para peternak di daerah itu beternak sapi dengan menggunakan teknologi Inseminasi Buatan (IB) melalui kawin silang.
Selain itu, pihaknya juga mengikuti program Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB), dengan target sedikitnya 28.000 ekor induk per tahun dan menargetkan kelahiran anak sapi sebanyak 33.000 ekor.
“Dengan mengunakan cara dan metode tersebutlah, kami dapat meraih kesuksesan dalam meningkatkan perekonomian daerah dengan beternak sapi,” katanya. Untuk tahun 2016 sapi yang ada di daerah itu mencapai 186.545 ekor, tahun 2017 mencapai 193,074 ekor terjadi kenaikan 3,38 persen, tentu tahun 2018 diharapkan mencapai 220.000 ekor sapi.
Sementara itu, instansinya juga fokus pada pengembangan ternak lainnya seperti kerbau, domba, kambing, kuda, ayam buras, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik.
Untuk kerbau sekarang ini ada 3.458 ekor, domba 362.604 ekor, kambing 285.609 ekor, kuda 45 ekor, ayam buras 1.295.456 ekor, ayam petelur 3.752.050 ekor, ayam pedaging 4.787.782 ekor dan itik 31.775 ekor.
“Keseluruhan ternak tersebut dikembangkan oleh peternak di berbagai kecamatan yang ada yang terbesar seperti di Kecamatan Selesai untuk ternak ayam, serta Kecamatan Stabat, Kecamatan Secanggang, Kecamatan Padang Tualang untuk pengembangan ternak kambing dan domba,” katanya.
Sedangkan untuk pengembangan ternak itik dilakukan di Kecamatan Tanjungpura, Kecamatan Brandan Barat, Kecamatan Sei Lepan, oleh para nelayan dan masyarakat pesisir pantai yang produksi telurnya dijadikan telur asin, untuk dikirim ke berbagai daerah di Sumatera Utara. (Ant)