Xherdan Shaqiri: Swiss Layak Terus Melaju
Editor: Satmoko Budi Santoso
KALININGRAD – Swiss mengemas kemenangan penting saat menumbangkan Serbia pada laga kedua babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2018 di Kaliningrad, tadi malam. Sempat tertinggal 0-1, Swiss bangkit dan berbalik unggul 2-1 melalui gol Xherdan Shaqiri.
Shaqiri yang menjadi pahlawan kemenangan Swiss mengklaim, kemenangan atas Serbia merupakan bukti kualitas tim. Kemenangan itu sekaligus menunjukkan bahwa Swiss sangat layak melanjutkan turnamen paling prestisius di dunia tersebut.
Menurut Shaqiri, kualitas timnas Swiss saat ini berbeda jauh dengan kualitas tim beberapa tahun silam. Swiss terus mengalami perkembangan signifikan seiring semakin banyaknya pemain yang bermain di klub besar yang level persaingannya cukup kompetitif.
“Gol lahir dari umpan yang luar biasa dari Mario Gavranovic. Saya tahu saya punya peluang mencetak gol, jadi saya hanya terus berlari dan menggunakan insting untuk mencetak gol,” ucap Shaqiri, seperti dikutip SportsMole.
Shaqiri yang tengah diminati Liverpool mengungkapkan, dalam laga kontra Serbia Swiss menunjukkan betapa tim layak untuk terus melaju. Hal itu tak lepas dari peran para pemain yang banyak membela klub elit Eropa sehingga membuat tim tampil lebih baik.
“Situasi seperti ini adalah sesuatu yang belum bisa kami lakukan dalam beberapa tahun lalu. Tapi sekarang kondisi tim lebih baik, banyak pemain kami yang membela klub elit Eropa,” terangnya.
Pada laga kontra Serbia, Xherdan Shaqiri melakukan selebrasi dengan menirukan simbol burung elang Albania dengan dua tangannya. Namun ia mengklaim selebrasi yang dilakukannya itu hanya luapan emosional karena berhasil mencetak gol penentu kemenangan Swiss. Ia enggan jika selebrasinya dikaitkan dengan konotasi politis.
Simbol elang seperti yang ada pada bendera Albania itu menarik perhatian. Mengingat, baik Granit Xhaka yang mencetak gol pertama Swiss maupun Shaqiri keduanya berasal dari Albania. Shaqiri lahir di Kosovo, salah satu bagian dari Provinsi di Serbia yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008.
Sedangkan Xhaka, orang tuanya berasal dari Kosovo. Serbia tidak mengakui kemerdekaan Albania. Tensi hubungan kedua negara pun masih cukup panas. Namun pada laga tadi malam, pemain Serbia tidak melakukan reaksi apa pun atas selebrasi Shaqiri.