Stok Beras Bulog Maumere Cukup Hingga Akhir Tahun

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Stok beras di gudang penyimpanan Bulog Divre Maumere cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan kedepan. Hal tersebut menjadikan stok yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Desember 2018.

Kepala Bulog Divisi Regional Maumere, I Putu Suantara. Foto : Ebed de Rosary

“Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan beras saat hari raya Idul Fitri dan supply bantuan sosial untuk masyarakat di 160 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, stok cukup hingga Desember nanti,” ujar Kepala Bulog Divre Maumere I Putu Suantara, Kamis (7/6/2018).

Stok beras di gudang Bulog Maumere saat ini ada 1.757 ton. Bulog Maumere baru saja melakukan penambahan stok beras 500 ton. Sementara untuk gula pasir tersedia 80 ton dan stok minyak goreng ada 15 ribu liter. Stok tersebut cukup untuk menjawab permintaan selama beberap bulan ke depan.

“Permintaan beras di Kabupaten Sikka 225 ton per bulan. Sementara gula pasir dan minyak goreng hanya untuk stok saja dan dipergunakan saat operasi pasar maupun memenuhi kebutuhan distributor yang ada di beberapa toko di Maumere dan sekitarnya,” ungkapnya.

Dengan stok yang ada, Putu meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan adanya kelangkaan stok beras, minyak goreng dan gula pasir. Selain stok yang mencukupi, dan apabila ada penurunan stok akan segera dilakukan pemesanan pengadaan.

Untuk beras medium dijual Rp.9.000 perkilogram, kualitas premium dijual Rp.9.500 perkilogram. Sementara gula pasir dijual Rp12.500 perkilogram dan minyak goreng dijual Rp12.000 perliter. Pembelian bisa dilakukan setiap hari.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Alok Nurhayati mengatakan, menjelang lebaran harga barang kebutuhan pokok belum mengalami kenaikan. Hanya Beras yang harganya tetap stabil, dengan harga minimal Rp10 ribu hingga Rp12 ribu perkilogram.

Sementara telur ayam naik sedikit menjadi Rp45 ribu perpapan. “Kalau sembako yang lainnya tidak mengalami kenaikan sebab distribusi sangat lancar dimana hampir setiap hari selalu saja ada kapal dari Surabaya dan Makasar yang membongkar  beras dan bahan sembako lainnya,” sebut pedagang terbesar di Kabupaten Sikka tersebut.

Kendati demikian, menjelang lebaran kali ini penjualan sembako belum mengalami peningkatan. Bahkan disebutnya, masih tergolong sepi. Biasanya, penjualan akan meningkat seiring dengan sudah liburnya pegawai negeri dan pekerja swasta.

Lihat juga...