Ramadan, Penjualan Kelapa Alami Peningkatan Permintaan
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Pemilik usaha penjualan kelapa di Lampung Selatan mulai mengalami peningkatan selama bulan suci Ramadan 2018/1439 Hijriah.
Suminah (50) warga Penengahan Lampung Selatan, salah satu pemilik usaha penjualan kelapa bahan bumbu, bahan kopra, menyebut penjualan kelapa untuk bumbu meningkat lebih banyak dibanding hari biasa.
Jika pada hari biasa ia menyebut menjual kelapa bumbu sebanyak 100 butir per pekan kini naik menjadi 400 butir per pekan.
Sebagian besar pembeli kelapa disebut Suminah merupakan pemilik usaha kuliner di antaranya pembuat menu berbuka puasa dan pemilik rumah makan. Suminah menyebut, permintaan selama Ramadan cukup meningkat dengan banyaknya pembuat menu kuliner berbahan santan.
Selain membeli dalam bentuk butiran, sebagian konsumen kelapa bahkan membeli dalam bentuk kelapa parut yang siap dijadikan santan.

Menurutnya, kelapa yang dijual merupakan jenis kelapa pilihan dengan ukuran berbeda menyesuaikan kebutuhan. Kelapa selain dijual langsung, bagi sejumlah penjual santan dan parutan kelapa lainnya juga menjual fasilitas alat parut.
Selain peningkatan permintaan, jenis kelapa yang masuk grade A disebut Suminah dijual dengan harga Rp6.000 per butir dan kini naik menjadi Rp8.000 per butir. Kenaikan permintaan tersebut membuat Suminah menunda pembuatan kopra akibat permintaan kelapa lebih diminati konsumen.
Kelapa butir tersebut dijual dengan harga berkisar Rp3.000 per buah dari petani. Harga tersebut lebih murah saat hari biasa karena sepanjang bulan Ramadan dibeli dengan harga Rp4.000 per butir.
Harga ke tingkat konsumen cukup meningkat dan bisa memberinya penghasilan lebih dibandingkan jika dibuat menjadi kopra, bahan pembuatan minyak goreng.
“Kelapa yang dibuat menjadi kopra membutuhkan waktu sekitar empat hari penjemuran, sementara untuk kelapa butir lebih cepat dibeli,” cetus Suminah.
Meski harga kelapa butir cukup tinggi, Suminah menyebut, kelapa butir yang berukuran kecil sengaja dibuat oleh Suminah bersama suaminya menjadi kopra. Kelapa butir berukuran kecil tersebut dipecah selanjutnya dijemur dan dicungkil menjadi kopra. Harga kopra bahan baku pembuatan minyak goreng saat ini mencapai Rp1.100 per kilogram dari semula Rp900 per kilogram.
Heni (30) salah satu pemilik usaha kuliner di Jalan Lintas Sumatera menyebut kebutuhan akan kelapa cukup meningkat. Kebutuhan santan dipakai untuk memasak menu lauk berbuka puasa di antaranya ikan, daging sapi dan ayam.
Selain kelapa dipergunakan untuk santan, wanita yang menjual menu berbuka puasa tersebut juga menyiapkan kue-kue berbuka puasa (takjil). Jenis kue untuk takjil membutuhkan kelapa parut untuk taburan terutama jenis kue tradisional.
“Kue-kue tradisional untuk berbuka puasa kerap mempergunakan santan di antaranya kolak pisang, cendol serta beberapa kue lain,” papar Heni.
Pada hari normal pemilik usaha kuliner tersebut mengaku membutuhkan sekitar 10 butir kelapa per hari. Sementara saat bulan Ramadan dirinya bisa membutuhkan sebanyak 25 butir kelapa.
Kelapa disebutnya dibeli dari pemilik usaha kelapa dengan sistem kelapa utuh dan dikirim dalam kondisi menjadi santan serta parutan kelapa. Parutan kelapa dibentuk menjadi bahan pembuatan untuk lemper, taburan ketan, taburan kue putu ayu dan berbagai jenis kue tradisional lain.