Love Reborn, Melacak Jejak Cinta Orang Tua
Editor: Satmoko
JAKARTA – Pernahkah terbersit di benak kita untuk membayangkan bagaimana kisah cinta orang tua kita di masa silam?
Begitu juga dengan Kirey yang diperankan dengan sangat menawan oleh Nadya Arina, yang tak pernah membayangkan bagaimana kisah cinta Ibunya (Ira Wibowo) yang kemudian membuatnya terpaksa harus melacak jejak cinta orang tuanya.
Demikian yang mengemuka dari film ‘Love Reborn: Komik, Musik & Kisah Masa Lalu’.
Kisahnya berawal dari seorang pelanggan pria separuh baya yang sering me-laundry sebuah jas di laundry milik ibunya. Setiap me-laundry jasnya, pria separuh baya itu selalu menyelipkan surat dalam jas yang membuat ibunya jadi terlihat sedih. Sebagai anak, Kirey tentu tak ingin ibunya sedih, sehingga kemudian punya inisiatif menyelidiki siapa sebenarnya pelanggan pria separuh baya itu.
Dari surat-surat pelanggan pria separuh baya yang begitu banyak dibuang ibunya di tempat sampah, Kirey terbersit ide untuk membuat komik online berjudul ‘Kisah Masa Lalu’ di web online Toon.
Tak disangka komik tersebut menjadi viral di jagat maya. Namun, kesuksesan komik tersebut berakibat munculnya masalah baru. Karena Bagus (Ardit Erwandha) si vokalis band indie ‘Keras Kepala Band’ tidak terima sebab karakter di komik tersebut, sosok pelanggan pria separuh baya itu, adalah ayahnya (Donny Damara).
Sebelumnya band indie ‘Keras Kepala Band’ yang dipimpin Bagus dan beranggotakan Rindu (Rani Ramadhany), Jefry (Indra Jegel) dan Sobirin (Jui Purwanto) itu sempat bersitegang dengan komunitas komik yang diikuti Kirey dalam memperebutkan tempat acara pergelaran di kampus. Terkait masalah komik tersebut, membuat Bagus dan Kirey menjadi semakin sengit bermusuhan.
Dengan bukti komik tersebut, Bagus menuduh ibunya Kirey sebagai wanita murahan yang menjadi penyebab retaknya rumah tangga keluarganya. Kirey tentu tak terima dengan tuduhan itu, bahkan Kirey menganggap justru ayahnya Bagus yang membuat ibunya akhir-akhir ini menjadi sedih dan berdampak negatif pada bisnis laundry.
Demi membuktikan hal itu, Kirey, Bagus dan anggota Band Keras Kepala akhirnya bersepakat untuk mengungkap kebenaran tentang kisah masa lalu orang tua mereka.
Tapi perjalanan untuk dapat mengungkap rahasia itu ternyata tidak mudah karena selain minim informasi, mereka selalu bertemu dengan orang-orang yang aneh dalam masa lalu orang tua mereka. Belum lagi anggota Band Keras Kepala yang masing-masing punya karakter absurd yang membuat perjalanan berujung kekacauan.
Kirey sempat ngambek dan tak mau melanjutkan mengungkap rahasia kalau Bagus masih mengajak anggota Band Keras Kepala. Bagus mau tidak mau harus menuruti kemauan Kirey, hingga kemudian hanya mereka berdua saja yang melanjutkan mengungkap rahasia.
Kirey dan bagus banyak menemukan hal baru dan mengubah cara berpikir mereka setelah melewati perjalanan bersama. Dengan melacak jejak cinta orang tua membuat mereka berdua jadi tersadar mengenai hakikat cinta yang sejati.
Film ini cukup menghibur dan penuh dengan kejutan pada setiap penemuan rahasia yang dilakukan oleh Bagus dan Kirey. Sutradara Jay Sukmo mengemas cerita unik ini dengan cukup baik.
Banyak hal yang tak terduga, begitu menarik dan kreatif. Sayangnya, masih terdapat beberapa adegan yang digarap dengan tak begitu baik. Kesannya, jadi terburu-buru dalam menggarap beberapa adegan yang sebenarnya bisa semamkin memperkuat film ini.
Akting Nadya Arina begitu menawan. Nadya mampu membawakan karakter Kirey dengan sangat baik. Nadya tak canggung berakting, bahkan bisa dibilang aktingnya natural dan total. Kalau Nadya serius untuk semakin mengasah kemampuan akting, Nadya bisa menjadi idola baru dalam dunia perfilman Indonesia.
Sedangkan Ardit Erwandha tampak juga kian matang aktingnya. Dari banyak film yang dibintanginya, baru film ini yang membuat Ardit mulai diperhitungkan. Menjadi pemeran utama dalam film ini tentu butuh stamina prima dan keseriusan yang total.
Hal itu tampak tak sepenuhnya dilakukan Ardit, meski tampak ada upaya untuk ke arah itu. Usianya masih muda dan karirnya masih panjang bagi Ardit untuk bisa membuktikan yang terbaik.
Ada pun para pemain pendukung, seperti di antaranya Ira Wibowo memperkuat film ini dengan akting yang memang tak perlu diragukan. Begitu juga dengan Donny Damara yang tak banyak dialog, tapi dengan gestur tubuh dan ekspresi wajah begitu kuat dalam memerankan karakter seorang ayah yang begitu sabar dan tabah dalam menyimpan kisah cinta sejati.
Kemudian, Rani Ramadhany meski porsi perannya sedikit mampu mencuri perhatian penonton. Rani tak canggung memerankan anak band yang urakan dengan badan penuh tato. Rany memang membawakan karakter Rindu dengan sangat baik.
Film ini memperlihatkan kisah cinta orang tua di masa silam yang begitu sederhana nan bersahaja. Orang tua begitu kuat menjaga komitmen hubungan cinta. Ketulusan, kejujuran dan kebersahajaan mereka bisa menjadi contoh, suri teladan bagi anak muda zaman now.
Sebuah film memang tak hanya hiburan semata, tapi juga bisa memberikan sesuatu yang berarti pada para penontonnya. Hal tersebut menjadi poin plus film ini.