Pasca Candaan Ada Bom di Pesawat, BIM Tingkatan Pengamanan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Pasca adanya candaan seorang penumpang di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, soal bom, pihak Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat meningkatkan pengamanan.

Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dwi Ananda Wicaksana mengatakan untuk melakukan pengamanan itu pihak bandara menyediakan fasilitas pengamanan seperti xray di dua sisi.

“Sebelumnya untuk xray itu hanya ada di sisi pintu masuk keberangkatan. Sekarang kita tambah di sisi sebelum masuk di ruang tunggu keberangkatan,” jelasnya, Kamis (7/6/2018).

Dwi yang memimpin apel untuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 di Terminal BIM menyampaikan perlu melakukan tugas dengan baik, sehingga persoalan ada kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan dapat diatasi sedini mungkin.

Ia juga meminta kepada petugas kawasan BIM, untuk selalu memberikan pelayanan yang baik dan ramah, meski dalam kondisi yang lelah.

Untuk itu, pihak bandara mengimbau kepada penumpang yang menggunakan jasa bandara, agar senantiasa perhatikan jadwal penerbangan, jangan bawa barang terlalu banyak karena potensi tercecer dan hilang.

“Diharapkan penumpang tidak bercanda tentang bom. Karena bercanda pun ada hukum pidananya, apalagi soal bom. Sebab hal tersebut dapat merugikan orang lain,” tambahnya.

BIM
Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dwi Ananda Wicaksana/Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, peningkatan pengamanan diperlukan karena ada peningkatan pergerakan penumpang. Pihak bandara memprediksi tahun ini naik 12-20 persen, sementara pergerakan pesawat naik 8-12 persen.

“Langkah persiapan sudah dilakukan baik dari sisi fasilitas atau prosedur dan tentunya full koordianasi dengan bandara, maskapai, dan penyedia vuel,” ujarnya.

Dwi menjelaskan untuk total extra flight di BIM, per harinya kurang lebih 20 penerbangan datang dan pergi, dan untuk regular ada 40 penerbangan
Artinya bisa ditambah hingga 50-60 penerbangan.

“Periode lebaran bisa dimungkinkan pukul 2-3 pagi. Operasi biasanya hingga 00.00 Wib. Namun kalau ada permintaan melebihi jam itu tetap dilayani,” katanya.

Sedangkan untuk pergerakan arus mudik saat ini, jika dilihat pada dua pekan menjelang Ramadhan, terjadi penurunan. Karena banyak pesawat yang cancel dan hingga hari ini baru balik ke angka normal.

“Kemungkinan Jumat-Minggu mulai ada lonjakan karena Senin udah libur,” tegasnya.

Lihat juga...