Minim Rambu dan Lampu Jalan, Kendala Angkutan Lebaran

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Minimnya fasilitas rambu lalu lintas, marka jalan dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) menjadi catatan persiapan angkutan lebaran 2018/1439 Hijriah di provinsi Lampung.

Pasalnya sejumlah lampu jalan yang sudah rusak belum mendapat perhatian khususnya lampu yang menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan.

Lampu jalan tenaga surya dengan penomoran ganjil dan genap di sepanjang Jalinsum bahkan sebagian mengalami kerusakan, padam akibat kerusakan pada baterai.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, saat melakukan kunjungan ke provinsi Lampung di pelabuhan Bakauheni menyebut, kurangnya fasilitas tersebut bisa menghambat pemudik.

Budi Karya Sumadi bahkan merekomendasikan pemudik pengguna kendaraan motor agar melakukan mudik siang hari akibat kondisi lampu jalan ditambah marka jalan yang belum selesai dibuat.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi (tengah) dan Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi (kanan) saat meninjau kesiapan mudik di pelabuhan Bakauheni Lampung [Foto: Henk Widi]
Budi Karya Sumadi juga meminta agar pihak terkait melakukan upaya penyelesaian rambu dan marka jalan untuk memudahkan pemudik saat angkutan lebaran. Kondisi Jalan Lintas Sumatera yang digunakan pada arus mudik dan balik dari Pulau Sumatera ke Jawa dan sebaliknya disebutnya harus segera diselesaikan perbaikannya sebelum H-10.

Upaya tersebut dilakukan mengingat liburan lebaran tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

“Arus pemudik angkutan lebaran diharapkan persebaran perjalanan mudik dan balik bisa terurai tidak menumpuk pada satu waktu sehingga tidak terjadi kepadatan lalu lintas, di pelabuhan serta moda transportasi lain,” terang Menhub Budi Karya Sumadi saat mengunjungi pelabuhan Bakauheni dan mengecek kesiapan angkutan lebaran di Provinsi Lampung, Sabtu (2/6/2018).

Kondisi jalan serta prasarana jalan yang digunakan para pemudik angkutan lebaran termasuk keamanan juga menjadi catatan Kemenhub. Budi Karya Sumadi bahkan menyebut untuk penanganan keamanan pihaknya memberi catatan kepada pihak kepolisian untuk meminimalisir ancaman teror di objek vital di antaranya pelabuhan, stasiun dan bandara.

Sejumlah ruas di Jalan Lintas Sumatera yang selesai diperbaiki belum memiliki marka jalan [Foto: Henk Widi]
Ia juga meminta pihak TNI/Polri memantau orang-orang mencurigakan di kawasan pelabuhan yang berpotensi melakukan tindakan mengganggu keamanan untuk menekan angka premanisme di jalan.

Tindakan pengamanan di jalan tersebut menurut Budi Karya Sumadi menjadi perhatian dari panglima TNI dan Kapolri dalam angkutan lebaran tahun ini dengan slogan “Mudik Bareng Guyub Rukun”.

Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi menyebut, upaya untuk mengamankan objek vital khususnya pelabuhan dilakukan dengan menggandeng Polri dan TNI.

Sebanyak 1000 personil keamanan bahkan disiagakan di pelabuhan Merak dan Bakauheni meliputi 575 personil gabungan TNI Polri dan tambahan BKO TNI AL. Demikian juga di pelabuhan Bakauheni disiagakan sekitar 500 personil gabungan TNI/Polri, security dan BKO TNI AL.

Sobirin, salah satu petugas unit marka Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung [Foto: Henk Widi]
Kenyamanan bagi pemudik di area pelabuhan Bakauheni saat angkutan mudik dan balik disebut Ira Puspadewi dilakukan dengan pembuatan tenda khusus pemudik pengendara motor.

Tenda-tenda khusus agar pemudik tidak mengalami kepanasan atau kehujanan akan disiapkan di dermaga VII selaku dermaga khusus motor. Sebanyak 10 titik toilet dengan sebanyak 69 pintu ditambah 7 unit toilet portable disediakan untuk memudahkan pemudik saat arus mudik dan balik lebaran.

Terkait rambu lalu lintas dan marka jalan, pantauan Cendana News sejumlah titik rawan telah mendapat perhatian dari Polres Lampung Selatan. AKBP M. Syarhan menyebut, telah menyediakan sejumlah rambu larangan, imbauan di sejumlah titik.

Rambu imbauan dipasang di sejumlah tikungan, tanjakan, turunan termasuk manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan dan menghindari kecelakaan lalu lintas.

Tanda peringatan jalan longsor di KM 07 Bakauheni dibuat oleh Satlantas Polres Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Meski mulai dilakukan pemasangan rambu jalan, di sejumlah titik rambu lalu lintas dan marka jalan di Jalinsum masih dibiarkan rusak. Sejumlah pagar pelindung jalan di Kecamatan Bakauheni bahkan mengalami kerusakan dan belum diperbaiki termasuk sejumlah rambu jalan yang roboh lengkap dengan lampu jalan yang mati.

Sobirin, salah satu pekerja pembuatan marka jalan menyebut, pemasangan rambu dan marka jalan dilakukan bertahap sebelum hari raya Idul Fitri. Ia menyebut pembuatan marka jalan sengaja dilakukan pada bagian tengah dan tepi Jalinsum dengan garis yang belum penuh karena masih akan dilakukan penebalan aspal.

“Pembuatan marka jalan tahap awal masih dibuat samar-samar karena aspal masih akan dipertebal, setelah dipertebal sesudah angkutan lebaran marka akan diperjelas,” terang Sobirin.

Akibat sejumlah ruas Jalinsum belum memiliki marka jalan, sejumlah pengendara dari arah Bandarlampung ke Bakauheni dan sebaliknya terlihat kerap mengalami kemacetan.

Pasalnya sejumlah kendaraan tidak berjalan di jalur jalan yang sudah dipisahkan dengan marka jalan. Ruas Jalinsum yang belum diberi marka jalan di antaranya di ruas Jalinsum Kecamatan Penengahan, Kalianda, Katibung.

Selain di Jalan Lintas Sumatera atau dikenal dengan Jalinsum, sejumlah ruas Jalan Lintas Timur terlihat minim rambu lalu-lintas dan marka jalan. Sejumlah titik di antaranya di Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur jelang angkutan lebaran bahkan hanya diperbaiki dengan sistem tambal sulam.

Tambal sulam dilakukan di titik Desa Purworejo Kecamatan Pasir Sakti yang dibangun dengan sistem rigid beton berimbas menghambat pengendara yang melintas akibat jalan bergelombang.

Lihat juga...