Menlu UAE Tuduh Gerilyawan Al-Houthi Halangi Bantuan Buat Warga Yaman

DUBAI, UAE — Uni Emirat Arab (UAE) menuduh gerilyawan Syiah Al-Houthi menghalangi bantuan buat warga sipil di Yaman, dan mendesak gerilyawan agar meninggalkan Kota Pelabuhan Laut Merah Yaman, Hodeidah, kata Menteri Negara UAE Urusan Luar Negeri, Kamis.

“Gerilyawan Al-Houthi menghalangi pembongkaran bantuan di Pelabuhan Hodeidah, menghancurkan sitem pengairan dan pembuangan, secara membabi-buta menaruh ranjau, bahan peledak rakitan (IED), penembak gelap dan senjata berat di sekitar daerah permukiman,” kata menteri luar negeri UAE itu di akun Twitter.

“Penarikan penuh, damai dan tanpa syarat gerilyawan Al-Houthi dari kota tersebut dan pelabuhan Hodeidah adalah satu-satunya jalan guna menghindari bertambah buruknya situasi di dalam kota itu dan sekitarnya,” kata Dr Anwar Gargash.

Meskipun koalisi militer pimpinan Arab Saudi telah membuat kemajuan dalam beberapa pekan belakangan, pejabat senior UAE tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Jumat pagi, kembali menyatakan bahwa aliansi itu takkan mengubah sasaran strategisnya. “Kami akan terus melancarkan tekanan militer dan menghormati kondisi kemanusiaan yang rapuh. Pembebasan Hodeidah akan mempercepat penyelesaian damai buat Yaman dan rakyat Yaman.” Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman telah merebut kekuasaan atas bandar udara Hodeidah dan terus menyerang daerah kantung perlawanan gerilyawan Al-Houthi di dekatnya, kata seorang juru bicara koalisi tersebut pada Rabu (20/6).

Hodeidah adalah jalur kehidupan buat import dan pengangkutan bantuan kemanusiaan ke Yaman Utara.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mencampuri perang saudara di Yaman pada Maret 2015.[ant]

Lihat juga...