Menlu: Palestina Butuh Perhatian dan Bantuan Internasional

Menlu RI, Retno Lestari Priansari Marsudi - Foto Dok. CDN

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyebut, Palestina sangat membutuhkan perhatian dan bantuan internasional. Hingga saat ini, Palestina masih terus menghadapi ketidakadilan dan penjajahan.

Hal itu disampaikan Menlu pada Konferensi Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) III di Bangkok, Thailand.  Dalam pertemuan itu, Retno menyebut, beberapa alasan mendasar tentang pentingnya perhatian dan bantuan internasional pada saat ini bagi rakyat Palestina.

Yang pertama adalah, komitmen untuk membantu Palestina. Bantuan termasuk melalui Badan Bantuan dan Tugas PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tercatat terus menurun. Kemudian, proses perdamaian antara Israel dan Palestina mengalami kemandekan. Yang ketiga, tindak kekerasan terus dilakukan oleh militer Israel dan harapan akan berdirinya negara Palestina semakin tidak menentu.

“Kondisi ini tidak akan menyurutkan bahkan sebaliknya akan semakin memperteguh komitmen dunia termasuk Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ungkap Retno.

Retno juga menekankan, pentingnya komitmen politik masyarakat internasional yang memiliki hubungan dengan Israel untuk tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerussalem. Negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina didorong untuk segera menyatakan dukungannya kepada Palestina untuk merdeka.

“Negara Palestina yang merdeka tidak dapat disiapkan dalam waktu singkat, butuh waktu panjang untuk mempersiapkannya. Komitmen Indonesia untuk berdirinya negara Palestina yang merdeka tidak akan pudar dan bahkan akan semakin tinggi,” tandas Retno.

Pemerintah Indonesia menyatakan, akan memberikan perhatian dan prioritas kepada isu Palestina ketika Indonesia menjabat sebagai anggota Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Indonesia akan memulai keanggotaan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 1 Januari 2019 setelah terpilih dengan suara mayoritas pada 8 Juni 2018. (Ant)

Lihat juga...