Lebaran, Ziarah untuk Rasa Cinta dan Ingatkan Kematian

Ilustrasi ziarah/ Dokumentasi CDN

SUNGAILIAT – Warga di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanfaatkan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah untuk melakukan ziarah kubur. Kegiatan tersebut untuk menunjukan rasa cinta kepada  orang tua dan sanak saudara dan rasa hormat kepada leluhur.

“Ziarah ke kubur orang tua dan sanak saudara ini untuk menunjukan rasa cinta terhadap orang-orang dekat, selain itu yang penting juga agar ingat akan kematian yang pada saatnya pasti menjemput kita yang hidup ini,” ucap warga peziarah kubur, Alina di Sungailiat, Jumat (15/6/2018).

Kegiatan ziarah kubur, bersama keluarga besar selain untuk mengingatkan akan kematian. Juga untuk mendoakan orang tua dan sanak saudara yang telah meninggalkan dunia agar mendapatkan rahmat kubur dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Menurutnya, ziarah atau nyekar ke kubur orang tuanya yang ada di pemakaman Desa Pemali selalu rutin dilaksanakannnya bersama suami, anak dan keluarga besarnya. Ziarah dilakukan usai melaksanakan Salat Ied. “Kita bersama-sama bawa air, kembang, daun pandan, membersihkan kuburan dan membacakan yasin dan berdoa buat almarhum sehingga diterima Allah SWT dan dilapangkan dan diterangkan kuburannya,” katanya.

Hal yang sama dilakukan juga peziarah lain Yunini. Dia nyekar atau berziarah ke makam orang tuanya di pemakaman Desa Pemali,  dan makam mertuanya di perkuburan Sri Menanti Kecamatan Sungailiat. “Selalu setiap mau ruwah kubur, Idul Fitri dan Idul Adha, bersama keluarga besar berziarah kubur, biar kita semua sadar akan kematian dan kehidupan di dunia ini sementara saja,” katanya.

Ziarah kubur dilakukan dengan membersihkan makam dan juga mendoakan orang tua dan juga umat muslim yang telah meninggal guna memberikan amal jariah bagi kepada almarhum. Ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan sebagai anak yang soleh mendoakan orang tua yang telah meninggal. (Ant)

Lihat juga...