Harga Sayur di Pangkalpinang, Naik

Ilustrasi -Dok: CDN

PANGKALPINANG  – Harga sayur mayur lokal di pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, naik sejak hari ketiga Lebaran.

“Saat ini permintaan akan sayur bayam, kacang panjang, sawi, kangkung, timun dan lainnya meningkat dibanding menjelang dan tiga hari setelah hari Lebaran,” kata salah seorang pedagang sayur lokal, Tuti di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan, akibat permintaan sayur mayur lokal yang meningkat tersebut,  harga mengalami kenaikan seperti bayam naik menjadi Rp5.000 padahal sebelumnya Rp3.000 per ikat.

Harga kacang panjang naik menjadi Rp8.000 dari Rp4.000 per ikat, kangkung Rp4.000 dari Rp2.500 per ikat, sawi manis naik Rp10.000 dari Rp6.000 per ikat, sawi pahit naik Rp12.000 dari Rp5.500 per ikat dan timun naik menjadi Rp8.000 dari Rp4.000 per kilogram.

“Harga sayur naik tidak hanya karena permintaan yang meningkat, tetapi juga pasokan dari petani juga kurang,” ujarnya.

Menurut dia pasca-Lebaran masyarakat lebih memilih mengkonsumsi sayur mayur, mungkin mereka mulai bosan mengkonsumi daging dan makanan lainnya yang dihidangkan saat berlebaran.

“Alhamdulillah, dagangan sayur habis dibeli konsumen,” katanya.

Demikian juga Heri, pedagang sayur mayur lainnya mengaku, permintaan sayur meningkat, namun pasokan dari petani kurang untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi.

“Pasokan sayur kurang wajar, karena petani masih berlebaran bersama keluarganya,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...