Damkar Keluhkan Terbatasnya Hydrant di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Terbatasnya jumlah fire hydrant atau kran air untuk pemadaman kebakaran yang ada di Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya dikeluhkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Anwar Sanusi U Gayo menyebut, meski di daerah padat penduduk, jumlah hydrant yang ada masih minim. “Jumlah fire hydrant di kota ini masih terbatas. Bahkan di sejumlah titik padat pun juga minim. Keadaan ini berimbas pada kecepatan pemadaman kebakaran oleh tim Damkar,” kata Anwar di Palangka Raya, Jumat (22/6/2018).

Salah satu yang sudah terjadi adalah, lambatnya proses pemadaman kebakaran yang melanda Pasar Ikan, Tampung Untung, komplek Pasar Besar Palangka Raya pada Selasa(5/6/2018). Tak adanya fire hydrant di sekitar lokasi membuat petugas harus mengisi air dengan jarak yang cukup jauh. Keadaan ini membuat upaya pemadaman lebih lambat.

Keberadaan fire hydrant sangat diperlukan untuk mempermudah proses pemadaman kebakaran. Utamanya di kawasan padat penduduk, serta pusat-pusat keramaian seperti pasar dan perkantoran. Untuk itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalaman Kota Palangka Raya akan segera melakukan pendataan titik-titik fire hydrant yang telah ada.

Hal tersebut akan dilengkapi dengan titik atau lokasi yang memerlukan penambahan hydrant. Idealnya, setiap radius 100 meter ada satu fire hydrant yang dibangun. Terutama untuk kawasan padat penduduk dan pusat keramaian. Setiap bangunan bertingkat di setiap lantainya juga wajib dilengkapi minimal satu fire hydrant serta beberapa alat pemadam api ringan yang ditempatkan di lokasi strategis.

“Ke depan kita akan inspeksi seluruh bangunan di Palangka Raya. Semua akan kita cek, ada tidak fire hydran-nya. Keterbatasan fire hydrant membuat proses pemadaman terganggu karena harus selalu mencari sumber air jika pasokan di mobil damkar habis,” katanya.

Wali Kota Palangka Raya, Dr HM Riban Satia menginstruksikan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menginventarisasi jumlah fire hydrant yang ada di daerahnya. “Saat ini kami juga tengah berupaya menambah unit mobil pemadam yang dilengkapi tangga atau skylift’ Namun kendala kita terkait anggaran karena harganya lebih dari satu miliar per unit,” pungkas Riban. (Ant)

Lihat juga...