Banjarmasin Berkomitmen Lanjutkan Kebijakan Diet Kantong Plastik
Editor: Mahadeva WS
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina berkomitmen melanjutkan program diet kantong plastik. Hal tersebut akan dilakukan dengan melarang ritel modern menyediakan kantong belanjaan berbahan plastik untuk konsumen.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak lepas dari keinginannya untuk meminimalkan produksi sampah plastik. Saat ini produksi sampah plastik di Banjarmasin kian hari kian memprihatinkan.
“Dari 600 ton sampah di Banjarmasin yang dihasilkan setiap harinya, 17 persen diantaranya adalah sampah plastik. Melalui kebijakan pelarangan penyediaan kantong plastik di ritel modern kita setidaknya bisa mengurangi hingga 30 persen sampah plastik,” tegasnya, Selasa (19/6/2018).
Bahkan diklaimnya, dengan kebijakan pelarangan penyediaan kantong plastik di ritel modern, Pemkot Banjarmasin pernah diundang oleh PBB dalam forum United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) tentang perubahan iklim di Born Jerman.
“Ini tentu sebuah kebanggan bagi Kota Banjarmasin bisa diundang dan berpartisipasi dalam forum tingkat internasional tersebut. Jadi kalau sampai dunia saja mengapresiasi, tentu tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan kebijakan ini,” ungkapnya.
Kalau-pun membolehkan ritel modern menyediakan kantong plastik kepada konsumen, harus-lah kantong plastik berbahan ramah lingkungan dan mudah terurai oleh tanah. “Disediakan kantong plastik ramah lingkungan berbahan singkong yang mudah terurai oleh tanah. Namun tetap harus mengedukasi masyarakat berbelanja dengan tas belanjaan, dan meninggalkan kantong plastik,” ungkapnya.
Ibnu Sina bercita-cita, pelarangan penggunaan kantong plastik tersebut bisa berkembang hingga ke pasar tradisional. Walaupun diakui hal itu tidak mudah untuk direalisasikan. Semuanya karena berkaitan dengan budaya di masyarakat hingga masalah sosialisasinya.
“Kalau ini bisa dilakukan, saya optimis kedepannya Kota Banjarmasin bisa jauh lebih bersih dari sampah plastik dan ramah lingkungan. Ujungnya tentu taraf kesehatan masyarakatnya bisa jauh lebih meningkat,” pungkasnya.