Arus Balik Bandara Pekanbaru Diperkirakan Dua Tahap

Ilustrasi bandara - Foto: Dokumentasi CDN.

PEKANBARU – PT. Angkasa Pura II Cabang Sultan Syarif Kasim (SSK) II Kota Pekanbaru memperkirakan, puncak arus balik penumpang libur Idul Fitri 1439 Hijriah akan terbagi dalam dua tahap.

Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 19-20 Juni 2018 dan 23-24 Juni 2018. “Gelombang arus balik pertama diperkirakan akan terjadi pada tanggal 19 hingga 20 Juni. Sementara gelombang kedua adalah Sabtu dan Minggu tanggal 23 dan 24 Juni nanti,” kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara SSK II Pekanbaru Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Senin (18/6/2018).

Jaya menerangkan, arus balik kali ini berbeda dibandingkan kondisi di tahun sebelumnya. Sebelumnya, puncak arus balik hanya terjadi sekali, namun sekarang ini diprediksi menjadi dua kali. “Perkiraan kami untuk gelombang pertama akan memuncak pada tanggal 19-20 Juni. Sedangkan untuk gelombang keduanya masih akan terjadi lagi hari Sabtu-Minggu, tanggal 23-24 Juni nanti karena akhir pekan,” sebutnya.

Saat puncak, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan udara di Bandara SSK II Pekanbaru diperkirakan lebih dari 14 ribu orang. Hal itu akan terjadi di  dua gelombang puncak arus balik tersebut. “Perkiraan penumpang pada saat puncak gelombang pertama sekitar 14.500 orang, gelombang kedua sekitar 14.100 orang,” tuturnya.

Berdasarkan data Bandara SSK II Pekanbaru, jumlah pesawat domestik pada arus mudik 2018 totalnya 37 kali dengan masing-masing kedatangan 17 dan keberangkatan 20. Selama periode tersebut jumlah penumpang domestik yang diangkut 5.029 orang dengan rincian datang 2.377 dan pergi 2.652 orang.

Jika dibandingkan periode yang sama di 2017 jumlah tersebut menurun 52,59 persen. Data 2017 tercatat ada 83 kali penerbangan dengan 41 kedatangan dan 42 keberangkatan. Dengan demikian jumlah penumpang juga lebih banyak yakni mencapai 9.460 atau 4.820 kedatangan dan 4.640 keberangkatan.

Sementara penerbangan internasional, ada lima keberangkatan dan lima kedatangan dengan total penumpang 1.248 pada 2017. Untuk 2018 jumlah tersebut menurun menjadi empat penerbangan dengan total penumpang 333 orang dengan rincian 144 kedatangan dan 189 keberangkatan.

Sementara itu, arus balik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan mulai mengalami peningkatan pada H+1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Peningkatan di Minggu (17/6/2018) mencapai 12,3 persen. “Pada H+1 lebaran itu jumlah penumpang sebanyak 35.028 orang. Angka ini lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu,” ujar Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Turah Ajiari, di Makassar.

Jumlah penumpang pada 2017 sebanyak 31.192 orang dan di tahun ini sebanyak 35.028 orang atau terjadi peningkatan sekitar 12,3 persen. Data yang didapatkan di Posko Lebaran Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, jumlah itu terdiri dari kedatangan (arrival) sebanyak 17.020 penumpang dan keberangkatan (departure) 11.105 penumpang.

Turah mengatakan, jumlah penumpang yang tiba dan terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar itu diangkut dengan 339 pesawat domestik. Dari jumlah penerbangan tersebut, jadwal penerbangan yang paling banyak adalah kedatangan yang mencatat sebanyak 170 pesawat dan 169 keberangkatan.

Kendati sudah mulai terjadi peningkatan penumpang yang hendak balik, angka kedatangan pada H+1 masih tetap tinggi dan bahkan terjadi peningkatan 11,3 persen. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar adalah bandara dengan urutan keempat di Indonesia yang memiliki runway terpanjang yakni 3.100 meter.

“Penumpang yang datang sebanyak 17.020 orang. Penumpang yang berangkat 11.105 orang. Kalau membandingkan dengan penumpang tahun sebelumnya, ada kenaikan 11,3 persen di kedatangan dan menurun -1,4 persen yang berangkat. Sedangkan transit sebanyak 6.345 orang,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...