Warga di Bombana Cemas, Gas 3 Kg Langka
KENDARI – Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menyatakan warga di daerah itu mulai panik dan was-was, karena sulitnya mendapatkan gas elpiji tiga kilogram.
Kabid Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Bombana, Hajar Aswad, mengatakan, kini warga mulai was-was menjelang bulan Ramadan 1439 Hijrirah atau pertengahan Mei 2018.
Dia mengaku, telah mengetahui kelangkaan ini. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dan segera melakukan sidak di sejumlah rantai pasok pangkalan elpiji untuk mengetahui penyebab terjadinya lonjakan harga.
“Kami akan datangi pemilik pangkalan, agar bisa bersama-sama menjaga distribusi elpiji ini dan tidak menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET),” katanya, Selasa (8/5/2018).
Ia mengatakan, berdasarkan laporan pada sejumlah pangkalan yang mestinya menjual pada harga yang wajar sesuai harga eceran tertinggi (HET), justru juga ikut memanfaatkan momen kelangkaan ini untuk menaikkan harga.
“Berdasarkan di sejumlah pangkalan, justru ada yang menjual dengan harga Rp25 ribu per tabung, yang biasanya hanya dijual Rp22 ribu,” katanya. (Ant)