Sebelum Ramadhan, Kementerian PUPR Fokus Selesaikan Perbaikan Jalinsum
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui satuan kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) terus melakukan perbaikan sejumlah ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang rusak.
Kasmir, penanggungjawab dan pengawas pengerjaaan Jalinsum dari Satker P2JN Kementerian PUPR menyebut, perbaikan jalan dilakukan untuk kelancaran distribusi barang jelang Ramadan dan angkutan mudik serta balik saat Hari Raya Idul Fitri.
Kasmir menyebut, proses perbaikan telah dilakukan sejak akhir tahun 2017 melalui beberapa tahap. Tahap pertama disebutnya pemetaan kerusakan jalan, perbaikan jalan bergelombang rusak dengan penambalan dan penebalan.
Selanjutnya setelah akses jalan selesai dibuat, pemasangan marka jalan akan dilakukan pada sejumlah ruas yang sudah diperbaiki. Lalu pengukuran kualitas jalan dengan tingkat ketebalan yang bisa diukur. Selanjutnya akan diperiksa oleh pusat penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan (Pusjatan).

Akses Jalinsum sepanjang 81 kilometer dari perbatasan kota Bandarlampung ke Kabupaten Lampung Selatan diakuinya memiliki tingkat kerusakan yang beragam.
Pada ruas tanjakan di Kecamatan Ketibung, misalnya, perbaikan dilakukan oleh beberapa kontraktor pemenang tender. Beberapa kontraktor melakukan perbaikan dari ruas kecamatan Ketibung, Sidomulyo, Kalianda, Penengahan hingga Bakauheni.
Dari total sepanjang 81 kilometer ada beberapa ruas Jalinsum yang masih layak dan tidak harus dilakukan perbaikan. Sementara beberapa perbaikan yang dilakukan meliputi ruas sepanjang 3.000 meter di kecamatan Penengahan, dan sepanjang 2.500 meter di Bakauheni. Perbaikan tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan teknik pembongkaran lapisan bawah selanjutnya diganti dengan aspal baru.
“Proyek itu dikerjakan oleh kontraktor Kementerian PUPR melalui satker P2JN, fokus pada beberapa ruas jalan berlubang dan perbaikan jembatan,” cetus Kasmir.
Perbaikan ruas Jalinsum, menurut Kasmir, merupakan upaya peningkatan kualitas jalan untuk lalu lintas kendaraan ekspedisi barang yang terus mengalami kenaikan.
Volume kendaraan yang meningkat sekitar 5 persen dibandingkan hari biasa menjadi penyebab perbaikan harus segera dilakukan. Penggunaan teknik aspal hotmix mempergunakan alat berat mempercepat pengerjaan sehingga kendaraan langsung bisa melintas. Selain itu penggunaan aspal hotmix bisa meningkatkan ketebalan jalan dengan konstruksi aspal.
Kenaikan volume kendaraan yang masih didominasi oleh truk ekspedisi barang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya disebut ikut terbantu dengan akses jalan yang baik.

Beban Jalinsum diakuinya sedikit terbantu dengan dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari pelabuhan Bakauheni ke gerbang tol Bakauheni Selatan serta gerbang tol Bakauheni Utara.
Kendaraan yang selama ini memiliki tonase dengan berat di atas 20 ton bahkan melintas di JTTS meski baru sepanjang 8,9 kilometer bisa mengurangi kerusakan di Jalinsum. Sebelum bulan Ramadan pekan depan, Kasmir memastikan seluruh ruas Jalinsum yang diperbaiki telah selesai.
“Perbaikan badan jalan dan bahu jalan segera diselesaikan selanjutnya pembuatan marka jalan bisa dikerjakan selama bulan Ramadan,” paparnya.
Selain perbaikan pada akses jalan, perbaikan pada sejumlah jembatan di Jalinsum dilakukan di jembatan Way Kuripan dan jembatan Way Tuba Mati. Selain perbaikan jalan dan jembatan untuk memperlancar arus distribusi barang fasilitas pendukung berupa rambu-rambu, marka jalan serta lampu penerangan jalan umum akan segera dipasang.
Selain jalan yang bagus beberapa fasilitas lain masih terus diperbaiki dengan tanggungjawab dilakukan oleh Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan.
“Fasilitas pendukung seperti rambu-rambu serta lampu jalan akan diperbaiki tentunya oleh Satker terkait agar arus distribusi barang dan arus lebaran berjalan dengan lancar,” terang Kasmir.
Pantauan Cendana News meski kondisi Jalan Lintas Sumatera sudah mulus dengan perbaikan dari Kementerian PUPR, fasilitas pendukung masih belum tersedia. Selain marka jalan belum dibuat, pagar pembatas jalan di sejumlah tikungan, tanjakan dan turunan sebagian sudah rusak.
Kondisi lampu penerangan jalan umum tenaga surya yang sudah padam bahkan belum diperbaiki oleh pihak terkait. Lampu yang padam di beberapa titik membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas di Jalinsum.