Ribuan Masyarakat Bubuhkan Tanda Tangan Tolak Tambang

Ilustrasi penindakan tambang ilegal - Foto: Dokumentasi CDN

BANJARMASIN — Ribuan masyarakat yang berkumpul dalam Kongres Rakyat Pulau Laut membubuhkan tanda tangan menolak tambang batu bara dan biji besi.

“Ribuan tanda tangan masyarakat dibubuhkan di atas kain sepanjang 50 meter itu sebagai bentuk penolakan tambang di Pulau Laut,” ucap Wakil Bupati Kotabaru Burhanudin, Jumat.

Burhanudin sendiri ikut hadir dalam Kongres Rakyat Pulau Laut Tolak Tambang yang digelar di Siring Laut Kabupaten Kotabaru, pada Kamis (10/5) pagi.

Dia menegaskan, mayoritas warga memang menolak tambang di Pulau Laut dan itu adalah fakta yang mudah ditemukan di lapangan.

Kongres juga turut dihadiri Sekda Pemprov Kalsel Haris Makkie, anggota DPRD Kalsel Cuncung H Maming dan sejumlah tokoh-tokoh elemen masyarakat Kabupaten Kotabaru.

Masyarakat dan para pejabat pemerintah dalam kongres itu sepakat, mereka menolak rencana tambang batu bara dan bijih besi di Pulau Laut.

Warga yang hadir itu memakai baju warna merah dan hitam bertuliskan #savepulaulaut.

Ketua Kongres Sugian Noor meminta izin yang sudah dicabut dikuatkan dengan Perda Pulau Laut Bebas Tambang.

“Supaya tidak ada lagi izin tambang ke luar di Pulau Laut,” pintanya disambut tepuk tangan massa.

Pernyataan itu disambut Cuncung H Maming. Anggota DPRD Kalsel itu mengaku sedang menggodok Perdanya.

“Segera akan kami sosialisasikan,” tegasnya disambut gemuruh gembira massa.[ant]

Lihat juga...