Nelayan Bangka Tengah Keluhkan Pendangkalan Muara Sungai
KOBA – Nelayan di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluhkan pendangkalan yang terjadi di alur muara Sungai Kurau.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan aktivitas nelayan untuk menambat perahu setelah pulang dari melaut. “Muara Sungai Kurau merupakan kawasan tambatan perahu nelayan yang sekarang kondisinya terjadi pendangkalan cukup parah, sehingga menyulitkan kami untuk menurunkan dan menambatkan perahu,” kata Kepala Desa Kurau Timur Kasim, Senin (28/5/2018).
Kondisi pendangkalan alur muara sungai tersebut membuat para nelayan terhambat untuk beraktivitas. Mereka harus menunggu air laut pasang agar bisa menjalankan perahu. “Alur muara Sungai Kurau ini terakhir dikeruk pada 2008 dan sejak itu hingga sekarang tidak pernah lagi dikeruk, padahal muara Kurau satu-satunya tempat tambatan perahu ratusan nelayan di daerah ini,” tambahnya.
Pemerintah Desa menurutnya, sudah pernah mengajukan surat secara resmi kepada Pemprov Bangka Belitung untuk melakukan pengerukan alur muara sungai. Namun pengajuan tersebut hingga sekarang belum memperoleh tanggapan. “Kami masih menunggu tanggapan dari Pemprov Babel karena kondisi tersebut sudah menjadi keluhan hampir semua nelayan di daerah ini,” katanya.
Sementara seorang nelayan Kurau Mulyadi mengatakan, muara sungai Kurau merupakan satu-satunya tempat tambatan perahu nelayan di daerah. Di kawasan tersebut, nelayan menurunkan dan menaikkan hasil tangkapan. “Sekarang kondisinya nelayan harus menunggu laut pasang untuk bisa menjalankan perahu mereka dan demikian juga ketika mau sandar perahu mereka harus didorong dan diangkat,” pungkasnya. (Ant)