Jelang Ramadhan, Warga Penengahan Bersihkan Tempat Ibadah

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Kegiatan bersih mushola dan masjid mulai dilakukan oleh umat Muslim di wilayah kecamatan Penengahan Lampung Selatan.

Hasan (30) salah satu warga dusun Jatisari desa Pasuruan kecamatan Penengahan menyebut pembersihan mushola Al Amin di lingkungan tempat ia tinggal dilakukan bertahap.

Proses awal ia menyebut warga melakukan pembersihan bagian atap yang kerap kotor oleh daun beterbangan yang menyumbat talang air, pembersihan bagian plafon dan dinding dari kotoran.

Pembersihan bagian bedug serta beberapa bagian fasilitas mushola [Foto: Henk Widi]
Setelah dilakukan pembersihan bagian atap, plafon, pembenahan pada beberapa bagian mushola juga dilakukan. Pembenahan disebutnya dilakukan dengan mengecat bagian mimbar, mengecat bagian bedug, plafon, dinding hingga pagar mushola.

Pembersihan selama sepekan disebutnya bahkan dikerjakan secara gotong royong untuk membersihkan bagian dalam serta bagian luar mushola.

“Tradisi pembersihan kami lakukan untuk menyucikan mushola karena Allah SWT menyukai hal yang suci, bersih dan mulia apalagi mushola akan sering kami gunakan selama bulan Ramadan,” terang Hasan, salah satu warga yang ditemui Cendana News tengah melakukan pengecatan pagar mushola, Sabtu (12/5/2018).

Hasan melakukan proses pengecatan pagar mushola Al Amin di dusun Jatisari desa Pasuruan [Foto:Henk Widi]
Hasan menyebut dengan jemaah masjid mencapai 100 orang lebih, pembersihan  dilakukan oleh pengurus karena sebagian warga memiliki kesibukan dengan pekerjaannya.

Selain oleh kaum laki-laki, proses pembersihan mushola juga dilakukan oleh kaum wanita di antaranya dengan mencuci peralatan shalat seperti mukena dan sarung sekaligus karpet di dalam mushola.

Keterlibatan jamaah diakuinya juga terlihat dengan adanya warga yang mengirimkan minuman dan makanan selama kegiatan pembersihan di mushola.

Pembersihan setiap sudut mushola disebut Jumanto (36) menjadi salah satu pekerjaan rutin pengurus setiap hari. Meski demikian jelang Ramadan pembersihan dilakukan lebih menyeluruh di antaranya bagian lantai, tikar, karpet yang berdebu, bagian WC dan kamar mandi juga dibersihkan termasuk tempat wudhu.

Suasana mushola yang nyaman dan bersih diharapkan bisa menjadi tempat ibadah tarawih bagi jemaah.

“Bagian yang jarang dibersihkan di antaranya bagian bedug terutama bagian dalam, bagian plafon yang kerap kotor,” ungkap Jumanto.

Pada bagian dinding yang catnya sudah mengelupas diselesaikan tiga hari sebelum puasa Ramadan dimulai pada pertengahan bulan Mei ini.

Jumanto menyebut pembersihan oleh kaum wanita dan laki-laki pada peralatan dan bagian mushola menjadi bentuk kerja sama jamaah mushola Al Amin.

Setelah pembersihan mushola pembersihan makam oleh ahli waris dilakukan dua hari sebelum puasa.

Selain di mushola Al Amin, pembersihan tempat ibadah juga dilakukan jemaah masjid Miftahul Huda di desa Pasuruan. Pembersihan masjid di antaranya dilakukan setelah ada penambahan bangunan baru untuk perluasan masjid.

Perluasan masjid dilakukan untuk menambah kapasitas ruangan dengan bertambahnya jemaah yang akan melaksanakan ibadah tarawih selama bulan Ramadan. Selain penambahan ruangan ibadah pembenahan di halaman juga dilakukan di masjid Miftahul Falah dengan pemasangan paving blok.

Hendra (40) salah satu pengurus masjid menyebut, pembenahan halaman lingkungan masjid dilakukan untuk longgarnya tempat ibadah tersebut.

Saat hari raya Idul Fitri dengan tambahan ruangan luas dan halaman dibuat dengan paving blok bisa dipergunakan untuk kegiatan sholat Ied.

Selama ini salat ied dilakukan di lapangan bergabung dengan jamaah dari masjid lain karena keterbatasan ruang.

Lihat juga...