Jeda Ramadan, PSIM Benahi Pertahanan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — PSIM Yogyakarta memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selama jeda kompetisi. Sektor pertahanan menjadi salah satu pekerjaan yang harus tuntas sebelum kompetisi Liga 2 musim 2018 kembali beergulir.

Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak mengakui, sektor pertahanan membutuhkan sentuhan khusus. Jika terus dibiarkan maka kelemahan ini dapat berakibat fatal bagi tim yang tengah berjuang menutup defisit poin pasca sanksi pengurangan 9 poin dari PSSI.

Pada laga terakhir kontra Persiba Balikpapan, Laskar Mataram sempat leading 2-0. Namun, celah di sektor belakangan dimanfaatkan lawan dengan mencuri gol. Meski tetap menang, namun satu gol tim Beruang Madu menjadi perhatian serius tim pelatih.

Bona menilai timnya kurang disiplin dalam bertahan. Sehingga perlu diasah lagi lini pertahanan agar tidak mudah bobol.

Ia mengatakan libur kompetisi ini menjadi kesempatan yang baik untuk menambal kelemahan tim.

“Kita manfaatkan libur kompetisi ini untuk men-drill pertahanan. Ini merupakan kesempatan yang bagus untuk meningkatkan permainan tim di pertandingan berikutnya,” ungkap Bna, Jumat ((25/5/2018).

Eks pemain PSS Sleman ini menjelaskan, secara garis besar permainan PSIM terus mengalami berkembangan yang positif. Namun organisasi di lapangan masih kurang disiplin sehingga masih keteteran menghadapi serangan lawan.

“Yang kami lihat, transisi pemain sudah berjalan, tapi terkadang masih tercecer. Kita mau anak-anak lebih disiplin saat transisi sehingga bisa mengantisipasi pergerakan lawan, terutama saat menghadapi serangan balik,” katanya.

Menu tersebut akan memenuhi jadwal latihan Hendika Arga dan kolega selama libur kompetisi. Pelatih berlisensi B AFC itu ingin para penggawanya bisa mempertahankan tren yang dicapai PSIM hingga saat ini.

“Kami ingin mereka lebih siap lagi di putaran kompetisi berikutnya. Kami berharap progres tim terus mengalami kenaikkan,” ujarnya.

Selain teknikal, Bona menambahkan selama libur puasa ini, peningkatan kondisi fisik pemain juga menjadi PR yang akan diselesaikan. Mepetnya persiapan tim menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim ini, membuat Bona harus memanfaatkan jeda dengan sebaik mungkin.

“PR kami banyak, selain teknik, pertahan, fiisik pemain juga masih butuh peningkatan. Bersama pelatih fisik dijadwalkan fitnes dua kali dalam seminggu. Paling tidak mempertahankan kondisi saat ini, apalagi persiapan sebelumnya kurang maksimal,” pungkasnya.

Lihat juga...