Hari Pertama UN SD di Yogyakarta Diwarnai Kesalahan Teknis Soal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Pelaksanaan Ujian Nasional (SD) tingkat SD di Yogyakarta pada hari pertama, Kamis (03/05/2018) diwarnai adanya kesalahan teknis penyusunan soal.

Salah satu soal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak dapat dikerjakan peserta ujian karena tidak terdapat pertanyaan.

Salah satunya seperti terpantau di SD Negeri Grojogan Tamanan Banguntapan, Bantul Yogyakarta. Kepala Sekolah, Kadri MPd membenarkan hal tersebut.

Ia menyebutkan, salah satu soal mapel Bahasa Indonesia yakni nomor urut 41 hanya terdapat uraian bacaan namun tidak terdapat pertanyaan.

“Soal nomor urut 41 itu adalah esai atau uraian. Disitu terdapat bacaan namun tidak ada pertanyaannya. Jadi tidak bisa dikerjakan. Sehingga kita minta siswa untuk mengosongi jawaban,” ujarnya Kamis.

Kepala Sekolah SDN Grojokan Bantul, Kadri MPd. Foto: Jatmika H Kusmargana

Kadri sendiri menduga hal tersebut merupakan kesalahan teknis penyusunan yang biasa terjadi. Ia pun menyerahkan penilaian soal tersebut ke pihak dinas terkait.

“Belum tahu apakah akan dianggap bonus atau bagaimana. Kita serahkan ke Dinas,” ujarnya.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan UN tingkat SD tahun ini terdapat dua jenis soal yakni pilihan ganda dan esai. Dari total 45 soal, 40 di antaranya pilihan ganda dan sisanya esai atau uraian.

Meski tak menjadi penentu kelulusan siswa hasil UN tingkat SD ini akan menjadi alat pemetaan kualitas sekolah sekaligus parameter bagi siswa untuk masuk sekolah SMP.

Lihat juga...