Harga Daging di Lamsel Naik Signifikan

Editor: Koko Triarko

Heni,salah satu pemilik usaha warung kuliner di Jalan Lintas Timur Lampung [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Pelaku usaha kuliner di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera mulai merasakan kenaikan harga kebutuhan daging ayam dan daging sapi.

Heni (42), salah satu pelaku usaha warung makan Sunda Betawi di Jalan Lintas Timur KM 2 Bakauheni, Lampung Selatan, menyebut kenaikan harga bahan baku untuk masakan khas Sunda Betawi dan sejumlah warung makan lainnya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Kenaikan harga sudah terjadi di tingkat pedagang pengecer diprediksi imbas menjelang Ramadan.

Kenaikan harga yang sudah terjadi dua pekan sebelum Ramadan, kata Heni, meliputi daging sapi yang semula Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram. Daging sapi dan daging ayam dibeli dari pedagang pengecer di pasar Bakauheni yang mendapat pasokan dari sejumlah peternak di kecamatan Palas dan Tanjungbintang.

Selain daging sapi, kenaikan harga daging ayam dalam kondisi utuh dibeli seharga Rp48.000 dalam kondisi sudah dibersihkan dari sebelumnya seharga Rp45.000 per kilogram.

Dwi Utami, salah satu pemilik warung kuliner dengan konsep serba seribu yang mulai merasakan kenaikan harga daging ayam dan sapi [Foto: Henk Widi]
“Kenaikan harga bahan baku kuliner rata-rata diakibatkan stok yang terbatas, karena akan dipergunakan untuk Ramadan dan Lebaran. Beberapa pedagang ayam bahkan sudah mengalami pengurangan jumlah pasokan,” terang Heni, Rabu (9/5/2018).

Menurut Heni, kebutuhan daging sapi sangat penting untuk usaha kuliner miliknya. Dalam sehari, ia menghabiskan sekitar 5 kilogram daging sapi, sementara daging ayam sebanyak 30 ekor ayam utuh. Daging ayam disebut Heni menjadi bahan pembuatan menu kuliner ayam sambel, ayam kecap, ayam goreng, ayam bakar, ayam sayur, dan ayam rendang.

Sementara untuk jenis daging sapi kerap dipergunaknan sebagai bahan pembuatan rendang dan cincang.

Selain daging sapi dan ayam, harga beragam jenis ikan seperti ikan tongkol, kembung, cumi cumi, bandeng, layang, lele juga mulai ikut naik. Ikan tongkol, biasanya Rp18.000 menjadi Rp20.000, ikan kembung semula Rp35.000 menjadi Rp37.000, ikan layang semula Rp20.000 menjadi Rp22.000, ikan cumi semula Rp30.000 menjadi Rp33.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi terang bulan sekaligus jelang Ramadan.

Meski mengalami kenaikan bahan baku, Heni menyebut tidak menaikkan harga kuliner yang dijualnya. Harga satu porsi berbagai jenis kuliner di warung makan Jawa tetap dijual seharga Rp10.000  dengan menu sayur, sambal, lauk, daun singkong dan air minum.

Sebagai cara menyiasati naiknya harga, daging sapi untuk rendang per kilogram dipotong menjadi 30 potong, sementara di restoran besar sebanyak 20 potong.

“Kami menyiasati penggunaan daging ayam yang biasanya dipotong menjadi delapan potong saya bagi menjadi sepuluh potong,” terang Heni.

Pedagang kuliner lain, Dwi Utami (30), di Jalan Lintas Sumatera, menyebut selain daging sapi dan ayam, harga bumbu juga meningkat. Terutama jenis cabai keriting yang semula seharga Rp15.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Harga bawang merah semula Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Dwi Utami menyebut, meski bahan baku daging sapi, ayam dan bumbu dapur naik, ia masih belum menaikkan harga kuliner yang dijualnya. Selain harga yang masih dipatok Rp10.000 per porsi, sasaran penjualan nasi dengan berbagai menu menyasar konsumen pelaku usaha sektor informal lain, di antaranya tukang ojek dan pengurus jasa penyeberangan.

“Kami tidak menaikkan harga, karena daya beli masyarakat di wilayah ini dengan harga sepuluh ribu konsumen juga masih terbatas,” terang Dwi Utami.

Dalam sehari, Dwi Utami menghabiskan sekitar 50 kilogram beras untuk 300 porsi nasi ayam, sisanya dari nasi bungkus lauk berbagai jenis ikan. Meski harga bahan baku naik, ia memastikan dalam sehari penjualan dirinya bisa menghasilkan omzet Rp3 juta lebih dari usaha kuliner di Jalan Lintas Timur Lampung tersebut.

Ia berharap, pemerintah bisa melakukan pemantauan di sejumlah pasar, agar harga bisa stabil dengan melakukan operasi pasar.

Lihat juga...