Antisipasi Lonjakan Penumpang, PELNI Tambah Dua Armada
Editor: Koko Triarko
BALIKPAPAN — Guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa peak season hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Balikpapan menambah dua armada kapal penumpang. Dua kapal tersebut adalah KM Unsini dan KM Nggapulu, dengan kapasitas angkut maksimal dua ribu penumpang.
Kepala PT Pelni Cabang Balikpapan, Yohanis Banne, menjelaskan penambahan dua armada itu tidak mengurangi aktivitas tiga kapal regular. Tiga kapal regular tetap beroperasi yang meliputi KM Labobar, KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu.
“KM Unsini akan mulai diperbantukan pada H-15 lebaran dari Makassar untuk rute Balikpapan-Surabaya. Sedangkan, KM Nggapulu secara khusus diperbantukan dari Surabaya dengan rute Balikpapan-Makassar-BauBau-Ambon-Banda-Tual-Dobo-Kmana-FakFak pada H+15,” terangnya, saat ditemui Rabu, (9/5/2018).
Yohanis memproyeksikan, peningkatan penumpang masih didominasi oleh penumpang tujuan Surabaya dan Makassar, dan diperkirakan jumlah penumpang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Proyeksi penurunan itu karena penumpang cenderung memilih angkutan udara dibandingkan angkutan laut. Namun, kami tetap tambah armada untuk antisipasi lonjakan,” tukasnya.
Kendati demikian, tahun ini peningkatan lonjakan penumpang akan tetap ada yang berkisar dua persen. “Lonjakan tetap ada, tapi tak akan signifikan,” ujar Yohanis.
Terkait dengan aturan pembatasan jumlah penumpang mengikuti kapasitas kapal akan kembali berlanjut pada tahun ini, ia menyatakan masih menunggu dispensasi volume penumpang.
Dia menilai, libur panjang saat peak season akan memberikan andil lonjakan jumlah penumpang pada arus balik nanti. “Antisipasinya, Pelni tengah memperkuat layanan, melalui sistem penjualan tiket via travel agen, penerapan Departure Control System (DCS), dan memaksimalkan koordinasi dengan KSOP maupun Pelindo,” katanya.
Yohanis mengimbau kepada calon penumpang untuk membeli tiket jauh hari, karena loket tak melayani penjualan last minute. “Kami tak melayani penjualan last minute lagi di terminal,” pungkasnya.