Gotong Royong Harus Menjadi Identitas Masyarakat Bali
Editor: Mahadeva WS
GIANYAR – Gotong royong yang merupakan warisan dari budaya harus menjadi identitas masyarakat Bali. Oleh karenanya, semua lapisan masyarakat di Pulau Dewata harus melestarikan budaya yang telah ada di tengah masyarakat tersebut.
Hal tersebut disampaikan, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika saat membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Provinsi Bali XV Tahun 2018 yang di pusatkan di Kabupaten Gianyar, Jumat (4/5/2018).
Mantan Kapolda Bali tersebut mengatakan, gotong royong merupakan warisan budaya yang harus dijaga. Gotong royong memiliki banyak makna jika diterapkan di oleh masyarakat. “Coba semua dilakukan secara bersama-sama dengan semangat kepotong royongan, saya yakin semua pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan cepat teratasi dengan baikm” ungkap Pastika.
Gotong-royong harus menjadi sikap hidup masyarakat Bali. Di Bali filsafat gotong-royong sudah sangat kental dengan slogan paras paros, selunglung sebayantaka, menyame braya, pekedek pekenyem. Namun pelaksanaannya di masyarakat masih perlu dievaluasi. “Yang miskin dibantu oleh yang kaya, kerja bersama-sama. Itulah gotong-royong, itulah inti dari Pancasila, saya harap semangat gotong-royong ini bisa menjadi identitas masyarakat Bali,” tandas Mangku Pastika.
Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng mengatakan, peranan dan partisipasi seluruh masyarakat sangat diharapkan untuk meningkatkan keswadayaan lembaga kemasyarakatan. Semua elemen termasuk gerakan PKK diharapkan selalu aktif dalam menunjang berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kedepan semoga kerjasama antara berbagai elemen masyarakat dengan pemerintah sehingga semangat gotong royong senantiasa dapat dijaga dan digelorakan dalam menghadapi berbagai tantangan,” tandas Rochineng.
Setiap tahun Pemprov Bali rutin menggelar kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM). Tahun ini Kabupaten Ginyar terpilih menjadi tuan rumah kegiatan yang sudah berlangsung ke 15 kaliny. Kali ini kegiatan di buka di Wantilan Jaba Pura Dalem, Desa Guwang, Sukawati, Jumat, (4/5/2018).
Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula penyerahan bantuan keuangan khusus kepada Desa Guwang serta 10 Subak oleh Gubernur Mangku Pastika. Selain itu dilakukan juga simbolisasi penanaman pohon.