Dirikan Koperasi Agar Warga Menghindari Rentenir
TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar pelatihan pendirian koperasi untuk warganya, Program tersebut digelar agar warga bisa menghindari aksi rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi.
Hasil evaluasi menyebut, saat ini daerah yang masih menjadi sasaran aksi rentenir ada di kawasan pesisir. “Koperasi dapat menangkal rentenir karena tujuan utamanya adalah untuk kepentingan anggota,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang, Banteng Indarto di Tangerang, Selasa (22/5/2018).
Banteng mengatakan, akan memberikan pelatihan kepada anggota koperasi yang berminat. Upaya tersebut akan memanfaatkan peluang bisnis sektor UKM yang masih belum digarap secara maksimal. Persoalan rentenir, muncul dari upaya sejumlah warga di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, yang menolak kehadiran bank keliling berkedok koperasi. Para pelaku rentenir tersebut menawarkan pinjaman, namun akan menerapkan bunga yang tinggi saat akan dikembalikan.
Warga di RW 06, Kampung Pangodokan, Pasar Kemis, sengaja memasang spanduk penolakan terhadap keberadaan rentenir di wilayah mereka. Para rentenir itu sengaja mendatangi pelaku usaha kecil seperti penjual nasi uduk, pedagang buah keliling dan pedagang gorengan pikulan.
Dalam praktiknya. rentenir meminjamkan uang Rp200.000 dengan pengembalian selama 25 hari mencapai Rp275.000. Sementara saat pencairan, uang Rp200.000 sudah dipotong Rp20.000, sehingga hanya menerima Rp180.000. Demikian pula pinjaman Rp400.000 harus dikembalikan Rp500.000 yang setiap hari harus disetor tanpa melihat apakah peminjam meraih keutungan atau tidak.
Banyak warga di Pasar Kemis yang rumahnya telah tergadai tidak sanggup membayar cicilan hutang dan akhirnya disita. Sementara jika dilihat, jumlah pinjaman awalnya tidak sampai Rp1 juta. Namun warga sering menunda angsuran sehingga bunganya terus membengkak. Dalam aksinya, rentenir merayu menawarkan pinjaman tanpa agunan. Setelah itu, mereka bertindak kasar jika peminjam tidak sanggup membayar cicilan.
Benteng menambahkan, pihaknya berharap warga di Pasar Kemis meniru Koperasi Koperasi Konsumen Berkah Jaya Mandiri (BJM) di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, karena mampu menangkal rentenir. Selama ini warga di Binong terlilit meminjam uang ke rentenir setelah ada koperasi akhirnya menghindari dan beralih ke BMJ.
Sebelumnya, Koperasi Konsumen BJM mendirikan koperasi berbasis daring dengan alasan ada beberapa warga yang rumahnya telah disita rentenir karena tidak sangup mengembalikan pinjaman. (Ant)