Corat Baju dan Kebut-kebutan Warnai Pengumuman Kelulusan SMA
Editor: Mahadeva WS
MAUMERE – Aksi corat-coret baju seragam sekolah menggunakan cat semprot dan kebut-kebutan di jalan raya masih masih mewarnai pengumuman kelulusan siswa SMA di Maumere. Himbauan dari sekolah agar para siswa tidak melakukan hal itu tidak digubris para siswa.
Usai mendapatkan pengumuman diyatakan lulus, para siswa menggelar pawai keliling kota. “Sudah kami himbau agar setelah proses penerimaan amplop kelulusan para siswa tidak boleh corat-coret seragam bahkan efuria secara berlebihan. Kami juga meminta agar mereka jangan kebut-kebutan atau pawai di jalan raya,” sebut Kepala sekolah SMAN2 Maumere Yohanes Aris Mangu, Kamis (3/5/2018).

Kepada Cendana News Aris mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan himbauan saat acara pembagian amplop di aula sekolah di depan orang tua murid. Namun kenyataannya masih saja terjadi aksi seperti hura-hura tersebut.
“Memang ini merupakan ekspresi kegembiraan tetapi berkendara di jalan raya secara bergerombol tanpa menggunakan helm tentu akan sangat membahayakan mereka dan juga mengganggu pengguna jalan lainnya,” tandasnya.
Persentase kelulusan siswa di SMA N 2 Maumere menurut Aris sama dengan tahun lalu lulus 100 persen. Dari jumlah siswa kelas 3 sebanyak 308 orang, hanya 304 orang saja yang mengikuti ujian nasional sementara 4 siswa lainnya mengundurkan diri karena sakit.
Terpisah, Kepala sekolah SMAK John Paul II Maumere RD.Fidelis Dua mengatakan, sejak awal masuk ke sekolah tersebut pihaknya sudah menghimbau agar para siswa kalau lulus tidak boleh lakukan aksi corat coret seragam atau konvoi di jalan raya. Siswa dihimbau untuk memberikan seragam yang masih bisa dipakai untuk dipergunakan adik atau diberikan kepada saudara lainnya.
SMAK John Paul II disebutnya, menerapkan sanksi tegas bila ada siswa yang ketahuan melakukan aksi corat-coret seragam di dalam lingkungan sekolah. Saat penerimaan amplop kelulusan pun semua siswa wajib memakai seragam yayasan.
Ujian Nasional 2018 di SMAK John Paul diikuti 221 orang dan semuanya dinyatakan lulus. Prestasi ini sama dengan tahun lalu. Tercatat di 2016 tingkat kelulusan di SMAK John Paul hanya sebesar 90 persen .