Bupati Kotabaru Intruksikan Jaga Stabilitas Harga Bapok

Ilustrasi -Dok: CDN

KOTABARU – Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, mengintruksikan kepada instansi dan pihak terkait agar bersinergi menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok), khususnya menjelang tibanya bulan Ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Intruksi tersebut disampaikan bupati pada rapat koordinasi menjelang tibanya Ramadan yang dihadiri sejumlah pihak, di antaranya distributor, suplier, para pedagang, dan beberapa pejabat dari instansi terkait.

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Kotabaru, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para peserta rapat koordinasi yang telah bersedia hadir dalam acara ini,” katanya, Jumat (11/5/2018).

Karena, lanjut dia, di sela kesibukan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, masih dapat meluangkan waktu untuk hadir pada hari ini. Terutama kepada para para distributor dan pedagang penyalur barang pokok (Bapok) di pasar Kemakmuran Kotabaru.

Diungkapkan bupati, seperti telah kita ketahui bersama, bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam UUD 1945.

Negara berkewajiban dalam mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan.

Hak asasi atas akses pangan tersebut, lanjut dia, telah menjadi komitmen pemerintah, dan dinyatakan dalam undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, bahwa Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah dan mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Menurut Sayed, Kabupaten Kotabaru merupakan wilayah kabupaten yang terluas dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di provinsi Kalimantan Selatan. Luasnya adalah lebih dari seperempat (25,11 persen) dari luas wilayah provinsi ini.

Dengan kondisi geografis Kabupaten Kotabaru sebagian wilayahnya merupakan kepulauan dan masyarakatnya berada di wilayah pesisir, maka penggunaan moda angkutan laut lebih dominan dalam mendistribusikan bahan pangan, yang sementara dukungan jalan-jalan darat kita akui masih belum terakses dengan baik.

Karena itu, sangat diperlukan penanganan yang lebih serius, dalam upaya kelancaran penyediaan pangan terutama masyarakat yang berada di pulau-pulau, yang belum dapat terhubung dengan moda angkutan darat.

Lebih lanjut, diungkapkan, ketersediaan pangan yang tidak cukup dan distribusi pangan yang tidak lancar, akan berpengaruh dan berdampak terhadap pemenuhan pangan masyarakat terutama dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan nasional, dan sebentar lagi kita menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1439 H.

“Untuk itu, saya meminta perhatian semua pihak agar, membangun koordinasi yang lebih efektif dalam penanganan ketersediaan pangan, guna pemenuhan kebutuhan seluruh masyarakat Kabupaten Kotabaru,” tegasnya.

Melakukan pemantauan dan pengawasan yang saling sinergi antarpihak terkait, baik antara tim koordinasi dan tim teknis pemantauan dan analisis ketersedian pangan menjelang hari-hari besar keagamaan nasional (HBKN) Kabupaten Kotabaru, dengan satgas pangan dan satgassus beras polres Kotabaru.

Kemudian, melakukan intervensi jika diperlukan, dengan melaksanakan operasi pasar sesuai dengan kewenangan tugas dan fungsi perangkat daerah atau instansi teknis terkait, jika terjadi kenaikan harga-harga barang pokok (Bapok) melebihi dari harga yang sewajarnya dan tidak sesuai dengan ketentuan.

Selanjutnya, kepada para distributor dan pedagang penyalur, dia atas nama pemerintah daerah mohon bantuannya dalam hal kelancaran pasokan, penyediaan dan stabilitas harga, terutama barang pokok (bapok) serta tidak menjual pangan lainya yang sudah kadaluarsa dan mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat.

Terakhir, hendaknya menjaga suasana aman dan kondusif dalam menghadapi bulan ramadhan dan hari raya Idul fitri, sehingga diharapkan masyarakat kita dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk, dan merayakan idul fitri dengan aman dan lancar. (Ant)

Lihat juga...