Ustad Bachtiar Nasir: Niatkan Hati Bebaskan Baitul Maqdis

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pembacaan surat Al-Isra dan Al-Kahfi yang dibacakan oleh 1000 penghafal Al Quran bersama umat Muslim menggema mengawali Aksi Baitul Magdis atau Alquds di lapangan Momentum Nasional (Monas) Jakarta, Jumat (11/5/2018) pagi.  

“Surat Al-Kahfi sebagaimana disunahkan untuk dibaca pada hari Jumat. Sedangkan surat Al-Isra adalah penyemangat untuk kita semua yang berjuang atas pembebasan Baitul Maqdis dari penjajahan,” kata Ustad Bachtiar, kepada Cendana News, di area Monas, Jumat (11/5/2018).

Pada pukul 5.33 WIB, jelas dia, para peserta mengikuti salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal. Kemudian jemaah berjalan menuju Monas mengikuti rangkaian dzikir yang dipimpin oleh Ustad Arifin Ilham.

“Kami bermunajat kepada Allah SWT, mudah-mudahan kekuatan Al Quran yang dimizratkan ke langit dari Baitul Maqdis akan mendatangkan kekuatan,” ujarnya.

Disampaikan Ustad Bachtiar, sebagaimana kita ketahui, bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan sekutunya telah memaksakan diri untuk menjadi pemicu konflik horizontal tingkat dunia. Karena telah menginjak resolusi-resolusi perdamaian yang sudah disepakati, bahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Atas nama rakyat Indonesia, tegas dia, menjalankan amanat UUD 1945, yakni sebagaimana tercantum dalm pembukaannya. Bahwa, penjajahan di muka bumi harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan.

“Atas nama bangsa Indonesia, kami ingin meneruskan perjuangan pemimpin bangsa dalam konferensi pers Asia Afrika 1955 di Bandung. Di mana Palestina sebagai bangsa dan negara terjajah, menjadi kewajiban peserta konferensi Asia Afrika untuk membebaskannya,” ungkap Ustad Bachtiar.

Pada Jumat (11/5/2018) di Monas, jelas dia, pihaknya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, agar sungguh-sungguh memperjuangkan pembukaan UUD 1945 dan memperjuangan konferensi Asia Afrika.

Yakni, rakyat Indonesia harus bersatu menuntut Trump agar memperhatikan rasa keadilan, penegakkan kedamaian di dunia, dan mencegah konflik horizontal.

Ustad Bachtiar juga berharap, agar pemuda Islam seyogyanya berada di garis depan menjadikan tegaknya perjuangan membebaskan Baitul Maqdis.

Menurutnya, laskar juga berjaga di depan Kedutaan Besar (Kedubes) AS, sebagai bukti bahwa penentangan atas kebijakan yang diambil AS, khususnya Trump terhadap Baitul Maqdis dan pemindahan kedubes pada 14 Mei 2018 mendatang.

Ini membuktikan, bahwa AS memilih tanggal tersebut sebagai hari Israel. “Ini pembuktian AS  tidak lagi menjadi negara cinta damai. AS negara yang telah berpihak kepada penjajah dan penistaan perdamaian dan resolusi PBB atas Alquds,” tegas Ustad Bachtiar.

Dia mengingatkan, bahwa aksi ini bebas politik praktis dan tidak dibolehkan memakai atribut-atribut pilkada maupun pilpres 2019.

“Tidak ada bendera, kecuali bendera Merah Putih dan bendera Palestina. Niatkan hati dan keiklasan semata-mata, karena Allah SWT atas pertolongan-Nya pembebasan Baitul Maqdis,” tutupnya.

Lihat juga...