BMKG Latih 30 Nelayan Gianyar Membaca Cuaca dan Peta
Editor: Satmoko
GIANYAR – Kondisi cuaca yang seringkali tak menentu, menuntut nelayan lebih jeli membaca situasi, karena itu nelayan perlu diajari cara membaca prakiraan cuaca yang diterbitkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baik itu melalui situs resminya atau data yang dikirimkan melalui instansi terkait.
Saat ini, mayoritas nelayan masih membaca cuaca melalui kondisi alam saja. Cara manual semacam itu tak lagi bisa diandalkan. Karena cuaca cepat berubah, nelayan diharapkan bisa membaca prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG.
Untuk membantu para nelayan agar lebih bisa membaca kondisi cuaca dengan lebih akurat, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, mengajak 30 orang nelayan mengunjungi Stasiun Klimatologi Klas II Jembrana Bali dan ke Balai Riset serta Observasi Laut di Jembrana beberapa waktu lalu.

Rombongan nelayan Gianyar yang dipimpin langsung Dewi Hariani selaku Kadis DKPKP Gianyar, diterima Kepala Stasiun Klimatologi di Jembrana. Dalam kunjungan tersebut nelayan belajar bagaimana cara membaca kondisi cuaca melalui aplikasi teknologi yang nantinya bisa dijadikan pedoman bagi nelayan sebelum melaut.
Bagaimana kondisi cuaca hari ini, arus laut, tinggi gelombang bahkan lokasi-lokasi keberadaan ikan di laut juga bisa diketahui dengan membaca kondisi cuaca dari BMKG.
Menurut Dewi Hariani, setiap nelayan menjadi paham akan kondisi cuaca di wilayahnya masing-masing, cuaca di tengah laut dapat dibaca melalui peta yang dapat dilihat di situs web BMKG.
Tidak hanya itu, dengan mengetahui informasi aplikasi cuaca ini nelayan tidak lagi mencari ikan, tapi sudah bisa langsung menangkap ikan di laut karena lokasi-lokasi padat ikan sudah diketahui sebelumnya.

Pada kesempatan itu rombongan nelayan yang berasal dari kecamatan Blahbatuh, Sukawati dan Gianyar ini juga berkesempatan mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut untuk belajar produk unggulan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI).
“Dengan diketahuinya cuaca melalui aplikasi ini, kami harapkan kecelakaan nelayan saat melaut dapat ditekan dan hasil tangkapan ikan melimpah karena nelayan sudah tahu lokasi-lokasi padat ikan,” tegas Dewi Hariani saat ditemui wartawan di Gianyar Minggu siang (6/5).
Ditambahkan juga, sebelum mengunjungi Stasiun BMKG di Jembrana ini pihaknya terlebih dahulu telah membekali para nelayan dengan berbagai materi dalam pelatihan aplikasi cuaca bagi nelayan di kantor DKPKP Gianyar. Menurut Dewi Hariani pelatihan semacam ini baru pertama kali diberikan untuk nelayan di Gianyar.
Dalam pelatihan tersebut disampaikan langsung oleh pakar-pakar dari BMKG, dengan materi seperti Pemanfaatan Aplikasi Informasi Peta Prakiraan Penangkapan Ikan, materi Pemanfaatan Aplikasi Informasi BMKG untuk kegiatan perikanan, serta banyak materi lainnya.
“Jadilah nelayan yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi dalam menangkap ikan, dan bijaksana dalam memanfaatkan hasil laut dengan tidak merusak ekosistem di laut,” kata Dewi Hariani lagi.
Karena ini baru pertama kali, ke depan diharapkan akan ada lagi pelatihan serupa dengan materi yang lebih menukik langsung ke peta lokasi potensi daerah penangkapan ikan.
Ditambahkan juga, aplikasi cuaca ini tidak saja berguna untuk nelayan, tapi juga untuk masyarakat umum untuk mengetahui bagaimana perkembangan iklim atau cuaca.