Berbusana Adat, Cara Guru di Flotim Ajarkan Siwa Cinta Budaya
Editor: Koko Triarko
LARANTUKA – Mengenakan pakaian adat di setiap acara yang diadakan di sekolah, merupakan sebuah keharusan bagi SMPN 1 Lewolema. Siswa diajak untuk mencintai budaya daerah, khususnya tenun ikat etnis Lamaholot di kabupaten Flores Timur.
“Siswa-siswi diajak mencintai budayanya dengan perbuatan, bukan sekedar wacana. Bersama dewan guru dan komite, kami membangun kesepakatan bersama siswa dan orang tua untuk mengenakan pakaian adat Lamaholot pada saat menerima amplop hasil kelulusan siswa,” ujar Pieter Kedang, Kepala Sekolah SMPN1 Lewolema, Kamis (31/5/2018).
