Alami Kerusakan Mesin, KM Umsini Terlambat 36 Jam

Editor: Satmoko

MAUMERE – Kapal Motor (KM) Umsini yang merupakan kapal penumpang milik perusahaan BUMN PT. Pelni mengalami kerusakan mesin sehingga terlambat 36 jam dan tiba di pelabuhan Laurens Say Maumere, Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 17.00 WITA.

“Semua penumpang bisa diangkut dengan selamat ke Larantuka dan Ende. Sebab KM. Umsini tidak menyinggahi dua pelabuhan dan langsung bertolak menuju Lewoleba serta Kupang. Lalu terus bertolak ke Surabaya dan Jakarta,” sebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, Sabtu (12/5/2018).

Dikatakan Sirilus, sejak mengetahui adanya informasi terkait kerusakan mesin dan keterlambatan kedatangan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT. Pelni Maumere untuk menghubungi bis dan travel agar bersiaga di pelabuhan Laurens Say Maumere untuk mengangkut penumpang.

Kapten KM. Umsini Usman Muhammad. Foto : Ebed de Rosary

“Keterlambatan ini memang kadang terjadi. Tetapi hanya beberapa jam saja dan biasanya akibat cuaca buruk. Keterlambatan hingga lebih dari 24 jam baru terjadi kali ini. Kini kami bersyukur kapal bisa bersandar di Maumere dan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Sementara itu, kepala cabang PT. Pelni Maumere Syafran menjelaskan, setelah pihaknya berkoordinasi dengan kantor Pelni pusat, maka diminta agar penumpang yang hendak ke Ende dan Larantuka turun di Maumere menggunakan jalan darat sebab KM. Umsini tidak bersandar di Larantuka.

“Setelah berkoordinasi dengan kantor pusat maka kami menyiapkan 17 bus untuk mengangkut penumpang. 10 bus akan membawa penumpang ke Ende sementara sisanya ke Larantuka. Penumpang juga kami siapkan makan malam,” sebutnya.

Syafran menjelaskan, penumpang yang turun di pelabuhan Laurens Say Maumere sebanyak 672 orang dimana 340 penumpang tujuan Maumere, 183 penumpang tujuan Larantuka serta 149 penumpang dengan tujuan Ende. Diperkirakan penumpang yang ada di atas kapal sebanyak 1.200 orang, sisanya akan turun di Lewoleba dan Kupang.

Nahkoda KM Umsini Usman Muhammad mengatakan, KM. Umsini mengalami kerusakan pada mesin sebelah kiri sehingga terpaksa berlayar menggunakan satu mesin saja. Kapal buatan Jerman tahun 1984 ini berlayar dengan kecepatan hanya 8 mil per jam.

“Kerusakan mesin kami ketahui ketika kapal hendak bersandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun kami tetap berlayar mengantar penumpang hingga ke tempat tujuan meski waktu tempuhnya lebih lambat,” tuturnya.

KM Umsini, sebut Usman, memiliki kapasitas angkut 1.737 penumpang dan melayani rute Jakarta-Surabaya-Makassar-Maumere-Larantuka-Lewoleba dan Kupang. Setelah kembali ke Jakarta kapal akan berhenti untuk mengalami perbaikan.

Lihat juga...