Akhir Pemerintahan, RPJMD Sikka Capai 89 Persen
Editor: Satmoko
MAUMERE – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka selama 5 tahun, sejak tahun 2013 hingga tahun 2018, telah mencapai angka 89 persen.
Waktu kepemimpinan bupati Drs. Yoseph Ansar Rera dan wakil bupati Drs. Paolus Nong Susar pun akan berakhir pada 5 Juli 2018.
“Sebagai anggota DPRD Sikka, saya mengapresiasi kinerja yang dilakukan duet kepemimpinan kabupaten Sikka dari paket ANSAR yang bisa dikatakan berhasil membangun kabupaten Sikka selama memimpin 5 tahun ini,” sebut Alexander Agato Hasule anggota DPRD Sikka, Sabtu (12/5/2018).
Dikatakan Aleks, sapaannya, pencapaian target sebesar 89 persen dan bisa mencapai 90 persen di akhir bulan Juli nanti menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar bekerja sesuai target yang telah ditetapkan dalam RPJMD kabupaten Sikka.

“Sebagai wakil rakyat saya berharap agar bupati dan wakil bupati Sikka yang akan terpilih nanti tanggal 27 Juni, bisa melanjutkan program yang belum dikerjakan. Memang masih ada berbagai pembangunan infrastruktur belum rampung akibat minimnya dana sehingga dewan dan pemerintah menganggarkan pengerjaannya secara bertahap,” terangnya.
Salah satu gebrakan kebijakan yang pantas dicatat selama ini, misalnya dilakukan dengan memecahkan rekor MURI penenun tenun ikat terbanyak dan promosi besar-besaran kain tenun ikat.
Gebrakan itu, kata Aleks, menjadikan tenun ikat dari Sikka semakin dikenal di Nusantara bahkan dunia. Tenun ikat Sikka pun mulai diserbu pembeli dari luar daerah.
“Sejak kabupaten Sikka berdiri tahun 1958, di bawah kepemimpinan kedua figur ini, kabupaten Sikka untuk pertama kalinya mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK RI atas audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2016,” sebutnya.
Ini salah satu prestasi yang diraih kabupaten Sikka, imbuh Aleks, selain berbagai prestasi yang diberikan pemerintah provinsi NTT, pemerintah pusat bahkan lembaga kesehatan dunia UNICEF karena berhasil menurunkan angka gizi buruk.
Plt. Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar yang juga merupakan wakil bupati Sikka kepada Cendana News mengatakan, pencapaian ini bukan saja prestasi dirinya dan bupati selaku pemimpin, namun berkat kerja sama dan kerja keras segenap aparat birokrasi serta DPRD Sikka yang selalu mendukung perencanaan pembangunan.
“Kita bekerja selalu fokus dan ada pedoman, sesuai perencanaan. Kita bekerja dengan perencanaan sistematis dan terukur, dengan indikator-indikator obyektif,” terangnya.
Perencanaan harus jelas, beber Nong Susar, bekerja harus dengan inisiatif dan kreativitas mulai dari pemimpin sampai staf di setiap dinas dan badan, sesuai tata aturan yang jelas. Pemkab Sikka juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat termasuk informasi dari media untuk dijadikan acuan pembangunan.
“Kalau ada kritik maka itu sehat karena semua rencana tidak berjalan kalau tanpa kritik dan saran serta terus dipantau. Dengan demikian bisa dilakukan koreksi dan perbaikan menuju target yang diinginkan,” tuturnya.
Nong Susar berharap, di sisa waktu dua bulan ke depan, target lainnya dalam RPJMD di berbagai bidang seperti pembangunan infrastruktur, bisa dilaksanakan sehingga pencapaiannya bisa di atas 90 persen.
Apa yang sudah diletakkan ini harus dilanjutkan pemimpin Sikka 5 tahun ke depan.