SOLO — Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, masih saja diwarnai kendala teknis.
Salah satunya adalah jaringan server yang tak lancar, dan membuat peserta UNBK harus berulang kali login. Salah satu peserta UNBK yang mengeluhkan server error adalah SMP 5 Karanganyar, yang meminjam lokasi ujian di SMA 1 Karanganyar. Di lokasi ini, peserta mengalami kendala gagal login, karena server down. Kendala teknis ini pun langsung ditangani petugas teknisi laboratorium.

“Setelah ditangani petugas, server kembali normal. Peserta diminta mengulang login dan melanjutkan mengerjakan lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa, di sela inspeksi UNBK pada Senin (23/4/2018).
Meski sempat beberapa kali error, tidak ada tambahan waktu untuk mengerjakan soal. Seluruh peserta memiliki dua jam untuk mengerjakan soal. Di Karanganyar, terdapat 54 SMP/MTs yang melaksanakan UNBK dengan meminjam tempat untuk ujian.
Sedangkan yang dapat melaksanakan secara mandiri terdapat 24 sekolah. “Total pesertanya 9.936 siswa. Untuk UN berbasis kertas dan pensil (UNKP) ada 2.832 peserta,” imbuhnya.
Pemantauan UNBK tingkat SMP sederajat juga dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi. Pemkab Karanganyar berharap semua kendala pelaksanaan UNBK bisa segera teratasi sehingga, tidak mengganggu jalannya unjian.
“Kami tegaskan untuk kendala teknis maupun nonteknis sudah diatasi. Masalah server down juga sudah dapat diselesaikan. Untuk waktu pengerjaan soal juga tidak ada kendala,” terang Samsi.
Untuk tahun depan, Samsi berharap sekolah yang saat ini belum bisa mengerjakan UNBK mandiri bisa mengajukan kepada pemerintah. Pemkab melalui APBD akan menganggarkan alokasi untuk pembuatan lab komputer untuk bisa digunakan untuk ujian UNBK.
“Untuk bisa seluruh SMP memiliki lab komputer perlu dana Rp23 miliar. Anggaran itu untuk pembelian komputer dan perangkatnya. Termasuk untuk penyelenggaraan pendidikan Ilmu Teknologi,” pungkasnya.