Sekolah Berharap Aturan PPDB Tidak Menyulitkan Siswa
Editor: Irvan Syafari
YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di Yogyakarta berharap penerapan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018-2019 yang disusun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mendatang dilakukan secara dinamis dan tidak kaku.
Pasalnya sekolah menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat khususnya orang tua siswa saat PPDB berlangsung.
“Kita berharap aturan soal PPDB tidak kaku. Khususnya menyangkut proses administratif. Ada kebijakan yang mestinya dibuat dengan melihat kondisi lapangan. Agar tidak menyulitkan siswa dan orang tua. Kita juga menjadi lebih nyaman dalam memberikan pelayanan,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, SMA Negri 2 Wates, Kulonprogo, Vepti Retno Nugrahaeny.
Terkait rencana penerapan zonasi secara penuh dalam PPDB tingkat SMA mulai tahun 2018 ini, pihak SMAN 2 Wates sendiri mengaku siap dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Salah satu SMA ‘favorit’ di Kabupaten Kulonprogo ini mengakui adanya sistim zonasi dimungkinkan memang akan menurunkan kualitas input siswa baru. Meski begitu sudah menjadi tugas semua sekolah untuk bertanggung jawab mendidik dan meningkatkan kualitas setiap siswa.
“Kita siap, karena tugas sekolah memang adalah mendidik siswa dari tidak bisa menjadi bisa. Bagaimanapun kondisi atau kualitas siswa tersebut,” katanya.
Sebagai persiapan menghadapi perubahan mekanisme PPDB tersebut, pihak SMAN 2 Wates sendiri mengaku terus berupaya meningkatkan kualitas guru pendidik. Termasuk menyiapkan program khusus bagi siswa dengan kemampuan akademik yang lemah. Hal tersebut dikatakan Vepti sudah dilakukan oleh pihak sekolah selama ini.
“Kita rutin melakukan pelatihan bagi guru setiap tahun. Termasuk juga memberikan program khusus seperti materikulasi bagi siswa yang secara pembelajaran tertinggal. Kami juga memberikan bimbingan klinis. Siswa yang lemah pada pelajaran tertentu dapat memilih guru yang disenangi untuk kemudian diberi bimbingan,” katanya.
Dengan sejumlah program tersebut, diharapkan tidak seluruh siswa tidak akan terhambat dalam menjalani proses pembelajaran. Meski dimungkinkan ada penurunan kualitas input siswa dalam PPDB mendatang.